Gustrisehat’sWeblog

ULUHIYYAH

By: Gustri sehat

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama nama semuanya itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar.” (Al Baqoroh 31).

NAMA-NAMA

yang diajarkan tersebut adalah nama nama yang tidak diketahui oleh para malaikat. Satu satunya penjelasan logis yang dapat diterima adalah nama-nama yang diajarkan ALLAH adalah nama nama perbuatan. Karena nama perbuatan perlu diwujudkan delam gerakan jasad. Gerakan jasad ini juga menjadi sebab mengapa para Malaikat tidak mampu menyebut nama nama semuanya, sebab mereka tak memiliki jasad/fisik. Sebelum penciptaan Adam Malaikat tidak pernah melihat gerakan gerakan fisik yang mampu diperagakan Makluk berakal semisal ADAM. Sebagian mungkin telah mereka ketahui: sujud, rukuk, dan beberapa gerakan, namun mereka tidak tahu yang lainnya seperti : makan, bernafas, tertawa, menangis dll.

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Baqoroh 32).

Ayat tersebut menjadi bukti bahwa malaikat tidak mampu menyebut nama-nama perbuatan yang diperagakan Adam secara keseluruhan. Karena nama nama tersebut bukan nama nama benda (berbeda dengan para ulama yang mengartikan nama-nama tersebut adalah nama benda). Karena …fil ardhi sudah diciptakan sebelum penciptaan ADAM, sedangkan malaikat adalah makhluk berakal jadi mereka punya memori dan tentunya bisa menyebut nama nama benda yang ada di alam (fil Ardhi), yang sudah ada sebelum penciptaan ADAM. Penjelasan yang paling mudah untuk nama yang tidak diketahui oleh malaikat adalah aktivitas fisik.
Nama perbuatan itu meliputi. contoh :
• Jika Adam duduk dengan fisik, perbuatan itu di-NAMA-kan duduk
• Jika Adam merangkak dengan fisik, perbuatan itu di-nama-kan MERANGKAK
• Jika Adam Berdiri dengan fisik, perbuatan itu di-nama-kan BERDIRI.
• Dst.
Dalam makna yang lebih luas ALLAH mengajarkan semua aktivitas kepada ADAM.

Maka pengertian “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama,… .”(Al Baqoroh 31).

“ adalah ALLAH mengajar nama-nama (gerakan atau aktivitas atau perbuatan).

Pada masa awal penciptaan ini, ADAM dan HAWA hanya mengenal perbuatan baik saja, sesuai yang diajarkan ALLAH kepadanya (hanya mengenal perbuatan yang diajarkan ALLAH), dan mereka telah menyatakan (merealisasikan) kemampuannya/melakukan perbuatan itu (seperti yang diajarkan ALLAH) didepan para malaikat. Mereka belum mengenal nama/perbuatan yang menyalahi perintah ALLAH. Begitulah keadaan mereka pada mulanya.

CATATAN : Bukan berarti Adam dan Hawa tidak mampu melakukan perbuatan yang menyalahi perintah ALLAH. Beliau berdua mampu melakukan tapi ALLAH tidak mengajarkan hal itu. (punya potensi taqwa dan fasik, tapi sebatas potensi). Asy Syams 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. AL Balad 10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Jadi pada jiwa manusia diilhamkan dua jalan fasik dan taqwa menurut kedua ayat tersebut diatas. Namun hanya sebatas potensi.

Kejadian seterusnya adalah :

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.(Al Baqoroh 34)

Singkatnya Iblis dikutuk ALLAH, karena kesombongannya menolak perintah ALLAH untuk bersujud kepada ADAM AS. Dia menjadi makluk yang pertama-tama kafir. Itulah hukuman dari ALLAH atas pembangkangan IBLIS.
Sebagai balas dendam atas semua yang diterima akibat pembangkangan terhadap ALLAH maka Iblis berjanji akan memalingkan manusia dari jalan ALLAH, dengan mengajarkan nama nama yang menyalahi perintah ALLAH.

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah perbuatan yang tidak kamu ketahui (tidak ada hujjah dari ALLAH) (QS.Al-Baqoroh.169).

Mulailah Iblis yang terkutuk berusaha mengajarkan nama-nama perbuatan-perbuatan yang menyalahi ajaran ALLAH, atau nama nama yang tidak ada hujjah-nya dari ALLAH. Dan usaha ini akhirnya berhasil.

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”(Al Baqoroh 36).

…dikeluarkan dari keadaan semula..penjelasannya :
keadaan semula, tidak mengenal pekerjaan yang menyalahi/menyimpang dari ajaran ALLAH, walaupun berpotensi.
• Dikeluarkan, keluar dari keadaan diatas. Setelah mengenal pekerjaan yang menyalahi perintah ALLAH, keadaanya tidak seperti semula, mulai mengenal nama nama yang menyimpang dari nama nama yang diajarkan ALLAH. terjadi kompromi antara Iblis dan ADAM, Iblis membisikan kemudian ADAM mewujudkan dalam perbuatan.

Kesalahan yang pertama dilakukan manusia. Setelah dengan satu kata Iblis membangkang maka Iblis termasuk golongan Kafir, maka Adam kompromi dalam satu perbuatan dengan Iblis, jadilah manusia sebagai makluk yang terusir dari Jannah.

“Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”(Al Baqoroh 36).

KHATIMAH :
1. Menolak satu dan Cuma satu perintah Iblis menjadi Kafir.
2. Melanggar satu larangan Adam dan Hawa keluar dari Jannah.
Satu saja kita menyimpang dari ajaran ALLAH, ingatlah kisah tersebut diatas. Tentang Iblis terkutuk dan Adam yang terusir.

Kesimpulan : Yang mengajarkan semua aktivitas manusia hanya ada dua sumber yaitu ALLAH untuk hal-hal yang HAQ, dan IBLIS untuk hal hal yang BATHIL. Dan antara Iblis dan ALLAH tidak ada persekutuan satupun. Keduanya berbeda INFINITE. Tidak pernah ada titik temu. Tidak ada perbuatan yang asalnya pertengahan antara ALLAH dan IBLIS.

Maka cerita tersebut juga menjadi peringatan bagi kaum muslim tapi menganut ajaran SEKULER, atau muslim tapi mengikuti DEMOKRASI/NASIONALIS, atau muslim TASAWUF, atau muslim muslim yang lain “ BAHWA TIDAK ADA KOMPROMI DALAM HAL APAPUN ANTARA ALLAH DAN IBLIS” termasuk perbuatan yang diajarkan oleh Kedua sumber. Karena itu janganlah mencampurkan ajaran ALLAH dan IBLIS, atau mencari jalan tengahnya antara keduanya. Barang siapa berbuat demikian, merekalah KAFIR sebenarnya. (An Nisaa’ 150-151)

JALAN YANG AKAN DITEMPUH MANUSIA

Asy Syams 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
(AL Balad.10) Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan

Formula dasar dari hukum ALLAH tersebut berbentuk impikasi dalam formula (JIKA…MAKA…). Saat manusia baru dilahirkan, maka segera ia melakukan akftivitas, mulai dari bernafas, menangis, dll. Pada saat bayi melakukan aktivitas yang pertama (menangis, bersin, batuk,) terlepas dari dorongan external maupun internalnya bayi sebagai penyebabnya, maka dalam hal ini bayi sudah membuat suatu pilihan atas hukum ALLAH.
Contoh : jika menhisap udara, maka mendapat oksigen. Jika ia mendapat oksigen maka terjadi pembakaran…dst. Konklusi dari implikasi yang awal menjadi premis untuk implikasi yang baru. Maka akan terjadi sambung menyambung hukum-hukum ALLAH tersebut sampai akhir hayat manusia. Padahal hukum hukum ALLAH yang ditempuh manusia bukan cuma satu tapi kolektip dan majemuk. Maka bisa dibayangkan kumpulan hukum-hukum ALLAH yang dijalani manusia membentuk suatu kumpulan garis/benang yang tak terhingga jumlahnya, dan dalam hal ini mirip sebuah jalan.

Didepan manusia tersedia benang-benang yang tak terhingga jumlahnya, serta kemajemukannya sangat komplek. Amat susahlah bagi akal manusia untuk mengurai dan memahaminya. Dan ALLAH memberi tahukan pada kita dari semua benang-benang itu sebenarnya hanya ada 2 kelompok, yaitu jalan taqwa dan jalan fasik (ASY SYAMS.8).

Maka dari uraian diatas kita akan dapatkan :

JALAN TAQWA JALAN FASIK
ASAL AJARAN
1. ALLAH SHOLEH DHOLIM
2. IBLIS DHOLIM KAFIR

Keterangan table :
1. koordinat (1.1) SHOLEH : manusia yang menempuh jalan taqwa dengan perbuatan yang diajarkan ALLAH. Contoh : orang sholat menyembah ALLAH, orang berpuasa taat pada ALLAH, menegakkan syariah dengan berjihad, dll.
2. koordinat (1.2) DHOLIM : manusia menempuh jalan fasik menggunakan ajaran dari ALLAH. Contoh : sholat kerena ingin sakti, dzikir ingin kaya minta, menegakkan DEMOKRASI melalui partai orang muslim/mengatas namakan syariah Islam, dll.
3. koordinat (2.1) DHOLIM : manusia menempuh jalan taqwa dengan perbuatan yang diajarkan syaitan. Contoh : menyembah ALLAH dengan bernyanyi, membuat partai untuk memperjuangkan syariat Islam, dll.
4. koordinat (2.2) KAFIR : manusia menempuh jalan fasik dengan perbuatan yang diajarkan syaiton. Contoh : ingin kaya dengan minta kepada penguasa gunung kemukus denghan sayarat harus cara berzina dengan pelacur, memperjuangkan nasionalisme melalui partai dalam sistem demokrasi, dll.

Kesimpulan : manusia terbagi dalam 4(empat) kelompok yaitu :
1. orang sholeh.
2. orang dholim1.
3. kafir dholim 2.
4. kafir.

Kelompok sholeh masih terbagi menjadi 2 kelompok :
1. ber-IMAN secara kaffah (benar)
2. ber-IMAN sebagian mengingkari bagian lain.

Orang orang sholeh yang menempuh jalan “taqwa” dengan “perbuatan yang diajarkan oleh ALLAH, tidak serta-merta masuk JANNAH. Semuanya itu harus dilandasi Iman, dengan ke-IMAN-an yang benar. Dalil Al-Qur’an perkara ini luarbiasa banyaknya ! tsb dibawah ini . a.l. :

AN NAHL 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
AL ISRAA’ 19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
AL KAHFI 2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
AL KAHFI 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
AL KAHFI 110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya (beriman).”
MARYAM 60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,
MARYAM 96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah[911] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
THAHAA 75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
THAHAA 82. Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
AL ANBIYAA 94. Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
AL HAJJ 14. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
AL HAJJ 23. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.
AL HAJJ 50. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. AN NUR 55. dst. Masih sangat banyak !

Dan sangat banyak ayat Quran yang menyatakan bahwa Jannah hanya dapat diraih dengan iman. Sedang amal shaleh selalu diawali kata hubung “dan” yang bermakna Akumulatif. Jika segala macam kebaikan dan amal sholeh yang diperbuat manusia tidak dilandasi Iman, maka semuanya sia-sia.

Dari uraian diatas kita dapatkan bahwa semua amalan sholeh yang diperbuat manusia belum cukup untuk membawa manusia kepada JANNAH. Harus dilandasi Iman. Maka Iman adalah yang paling berperan membawa manusia menuju Jannah atau Jahanam (paling ESENTIAL).
Begitu banyak dalil Qur’an yang menyatakan keharusan beriman , maka Iman yang benar harus diketahui oleh setiap muslim. Tidak bisa dimengerti secara serampangan. Harus jelas. Seperti apa itu IMAN yang benar itu. Satu mili saja meleset, maka tidak KAFFAH lagi, 0.0001% kurang, maka tidak KAFFAH lagi. Jika sudah tidak kaffah jangan bermimpi tetang JANNAH. !!

Setelah kita mengetahui arti pentingnya Iman (tanpa iman tidak mungkin kita dapat memasuki Jannah). Maka harus kita ketahui iman yang benar itu bagaimana? Hanya dengan Iman yang benar semua perbuatan kita diterima,tanpa diingkari.

AL ANBIYAA 94. Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.

Rukun IMAN
Rukun Iman yang 6 point ternyata disusun berdasarkan hadits Muslim dengan kategori “MUTHAWATIR MA’NAWI” (syah dilihat dari makna/isi, sanad dan perawinya tidak perlu dilihat. Para ulama telah bersepakat tetang hal ini).
Mari kita perhatikan.
CATATAN : yang pasti benar dari hadits kategori ini ialah :
1. bukan berasal dari Rosululloh
2. menurut makna/muatannya syah adalah relatip(sekarang benar karena ilmu pengetahuan belum menemukan kesalahannya, namun pasti akan tiba massanya dimana kelemahanya akan terungkap).
3. Yang bukan berasal dari ALLAH dan Rosul-Nya, tidak boleh dipakai landasan untuk membangun AQIDAH. Sedang Iman itu jelas dasar dari AQIDAH.
Prof.Dr.Harun Nasution Guru Besar Pasca sarjana S3 di IAIN Jakarta, menyatakan hadits yang menjadi dasar rukun IMAN adalah Lemah (RUKUN IMAN DIGONCANG, Karya H. Hartono Ahmad Jais) diperkuat oleh Moh.Abduh Guru Besar Al AZAR Mesir dalam pernyataannya” hadits yang menjadi dasar rukun Iman lemah..”, senada itu juga Jalaludin Al Afghani. Dan tidak ada sanggahan dari penulis perkara ini, termasuk Prof.Dr. Ali Yafie, didukung KH.A.Latief Mukhtar MA. (PARSIS), Mohamad bin Shalih AL Utsaimin (tokoh Salafy), Prof.Dr.HM. Rasyidi, Said Hilabi (Ketua PB AL-Irsyad) semua tidak membantah bahwa hadits yang menjadi dasar rukun IMAN 6 adalah “lemah”. Maka jangan heran kalau Prof.Dr.harun Nasution membuat rukun Iman Cuma 5, orang Iran pun memilki rukun Iman 5 Point, walau keduanya berbeda point.

Yang harus di-IMAN-i oleh kaum muslimin adalah :
1. Iman kepada ALLAH, 2. Iman kepada Rosululloh, 3. Iman kepada malaikat,sorga, neraka (yang ghoib) 4. Iman kepada Hari Akhir, 5. Iman kepada kitabulloh, 6. Iman atas takdir baik dan buruk, dan masih ada yang seharusnya jadi no. 7 dan 8, yaitu :
No.7
Iman terhadap hukum-hukum ALLAH,
An Nissa 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) TIDAK BERIMAN hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Silahkan anda berbeda dalam penempatannya (tidak harus ditambah no.7) tapi wajib anda ketahui ayat tersebut dibawah ini :

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang KAFIR.” (Q.S. Al Maaidah : 44)

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang DZOLIM.” (Q.S. Al Maaidah : 45)

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang FASIK.” (Q.S. Al Maaidah : 47)

Penempatan point no.7 atau 8, atau 12, tidak penting , yang perlu serius diperhatikan adalah jika tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH, maka berakibat batalnya ke-Iman-an kita. Jika iman batal maka segala amalan akan sia-sia, “NO HEAVEN FOR YOU”.

Sedangkan rukun Iman yang 6 saya berat sangka diskenario oleh pihak-pihak musuh Islam, untuk menyembunyikan tentang kewajiban berhukum pada hukum ALLAH. Skenario halus dan cermat dalam rangka mengkafirkan umat Islam secara sistematis dan terselubung, dengan target awal umat Islam menjauhi hukum Islam.

Tidak semua orang yang beramal sholeh diterima amalannya. Bisa saja seseorang rajin SHOLAT, ZAKAT,INFAQ,SHODAQOH, dll, tapi bilamana tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH maka Imannya batal, semua amalannya sia-sia.

Yang diatas belum seberapa karena masih ada point IMAN yang ke-8. kami jelaskan pada tulisan berikutnya.

WASSALAM.

1 Komentar »

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Seperti yang saudara katakan dibawah ini, sbb :

    Yang harus di-IMAN-i oleh kaum muslimin adalah :
    1. Iman kepada ALLAH, 2. Iman kepada Rosululloh, 3. Iman kepada malaikat,sorga, neraka (yang ghoib) 4. Iman kepada Hari Akhir, 5. Iman kepada kitabulloh, 6. Iman atas takdir baik dan buruk, dan masih ada yang seharusnya jadi no. 7 dan 8, yaitu :
    No.7
    Iman terhadap hukum-hukum ALLAH,
    An Nissa 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) TIDAK BERIMAN hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

    Silahkan anda berbeda dalam penempatannya (tidak harus ditambah no.7) tapi wajib anda ketahui ayat tersebut dibawah ini :

    “Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang KAFIR.” (Q.S. Al Maaidah : 44)

    “Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang DZOLIM.” (Q.S. Al Maaidah : 45)

    “Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang FASIK.” (Q.S. Al Maaidah : 47)

    Penempatan point no.7 atau 8, atau 12, tidak penting , yang perlu serius diperhatikan adalah jika tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH, maka berakibat batalnya ke-Iman-an kita. Jika iman batal maka segala amalan akan sia-sia, “NO HEAVEN FOR YOU”.

    Sedangkan rukun Iman yang 6 saya berat sangka diskenario oleh pihak-pihak musuh Islam, untuk menyembunyikan tentang kewajiban berhukum pada hukum ALLAH. Skenario halus dan cermat dalam rangka mengkafirkan umat Islam secara sistematis dan terselubung, dengan target awal umat Islam menjauhi hukum Islam.

    Tidak semua orang yang beramal sholeh diterima amalannya. Bisa saja seseorang rajin SHOLAT, ZAKAT,INFAQ,SHODAQOH, dll, tapi bilamana tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH maka Imannya batal, semua amalannya sia-sia.
    ——————–
    Benar apa yang saudara katakan dalam tulisan tsb diatas. Seperti apa yang diajarkan dalam ajaran Ahlulbait Nabi saw, para Imam Ahlulbait As mengatakan:

    “Barang siapa yang mati, tapi tidak mengenal kepada Imam pada zamannya, maka mati dalam keadaan jahiliyah”

    Jadi siapa saja umat Islam yang menjalankan segala amal ibadahnya, seperti : shalatnya, puasanya, hajinya, jihadnya, zakatnya, sodaqahnya dan lain sebagainya.
    Apabila tidak mengenal ajaran Ahlulbait Nabi Saw yaitu hukum yang sudah ditentukan Allah Swt mengenai garis kepemimpinan (Imamah) setelah Rasulullah Saw wafat yakni dilanjutkan oleh para Imam dari ‘Ithah Ahlulbait Nabi Saw untuk setiap zaman sampai hadirnya Imam Mahdi As yang dinantikan dan dijanjikan, diantara jin dan manusia (baca hadist Tsaqalain dan hadist Ghadir Khum). Maka mati dalam keadaan jahiliyah (kebodohan) dan Imannya batal dan amalannya sia-sia.

    Demikian, semoga menjadi bahan renungan dan intropeksi.

    Wass. Wr. Wb.

    Komentar oleh asep — November 11, 2008 @ 4:46 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: