Gustrisehat’sWeblog

Januari 5, 2009

The Last Man Standing

Filed under: TAUHID — Gustri @ 11:53 am

Siapakah Mereka…?

Ini adalah tentang janji Allah. Allah Maha Menepati janji, Allah telah menjanjikan pada sekelompok kaum bahwa mereka akan dimenangkan atas orang kafir sampai hari Kiamat. Berarti berlaku saat itu sampai sekarang dan masa yang akan datang.

Untuk mengetahuinya mari kita simak ayat berikut.

Ali Imroon 55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

“menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat”

Yang dimenangkan sampai hari kiamat adalah umat nabi Isa, yang mengikuti ajaran Nabi Isa dengan sebenar-benarnya (ajaran Yang lurus).

Apakah ada bani Israel yang menerima ajaran/ risalah nabi Isa…?

Ali Imroon:

52. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

53. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).”

Dari ayat tsb diatas jelas ada sekelompok orang dari bani Israel yang bersedia menjadi penolong Agama Allah. Mereka disebut sebagai “Hawariyyin”

Siapakah Hawariyyin…?

Beberapa penulis Sirroh Nabawiah (salah satunya Mohammad Husein Heykal) mengabarkan tentang orang-orang Persia dan orang Arab yang mereka sebut sebagai Huwariyyun antara lain Pendeta Bukhaira, Waraqa bin Naufal (termasuk bibi dalam silsilah keluarga Rasulullah), saya kurang sependapat dengan para penulis tersebut sebab mereka bukan Bani Israel (tetapi Bani Ismail atau Arab) Pada waktu itu terjadi permusuhan sengit antara Kristen Nestorian (tidak mempertuhankan Isa) dan Kristen Nasrani pimpinan Paulus (mempertuhankan Isa). Penganut Kristen Nestorian ini dikejar-kejar dan dibunuh oleh pengikut Paulus, mereka banyak melarikan diri di Jazirah Arab. Mereka memilih Jasirah Arab karena Romawi maupun Persia dua Negara Raksasa pada waktu itu tidak sudi menjajah bangsa Arab, karena mereka menganggap tidak ada nilai ekonomis, kondisi alamnya tidak prospektif,dan tidak ada hal-hal yang menguntungkan demi kepentingan mereka. Pendeta Bukhaira dan Waraqa bin Naufal adalah pengikut Kristen Nestorian. Dengan kata lain mereka adalah pengikut Nabi Isa, tapi bukan dari Bani Israel, jadi tidak memenuhi syarat untuk disebut sebagai Hawariyyun.

Untuk hal-hal yang berkaitan dengan Nabi ‘Isa AS. Konteksnya tak lepas dari bani Israel.

Ali Imroon 49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):…dst.

Az Zukhruf: 59. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail

Tanda yang Pertama; yang kita dapat untuk menjawab Pejuang tak terkalahkan hingga “KIAMAT”, atau para Hawariyyin adalah mereka haruslah dari “BANI ISRAEL”.

Bani Israel yang mana…?

Mengingat bani Israel, terbagi menjadi dua belas suku yaitu :

Dua suku Bunyamin dan Yahuda (Negara Israel Raya) Dan 10 suku yang Hilang (The Lost Tribes of Bani Israel) maka perlu kita cari tahu suku yang hilang ini.

Dalam posting : “Bangsa Afghanistan Adalah Bani Israel”, uraian singkat dengan bukti sejarah dan kecocokannya dengan alkitab Bibel. Suku yang hilang dari Bani Israel adalah bangsa Afghanistan, Pakistan, sebagian kecil di Tibet dan Cina. Silahkan baca disini:

https://gustrisehat.wordpress.com/2008/12/01/bangsa-afghanistan-adalah-bani-israel-2/

Nabi Isa berulang kali menegaskan “Tidaklah aku diutus melainkan untuk domba yang hilang dari bani Israel.” Diperkuat dengan ayat Ali Imroon 49.

Dalam posting pertama : “Yesus Wafat di Khasmir” saya uraikan setelah lolos dari Penyaliban Yesus (nabi Isa) melarikan diri dan meneruskan missi kerasulanyya kepada domba yang hilang dari bani Israel menuju kota Lekh (kota tertinggi di Tibet). Beliau menyebarkan risalahnya disana, menikah dengan wanita bernama Marjoon/Mirjan, berkeluarga dan berketurunan, hingga wafat dan di makamkan di Khasmir. Bagi yang belum membaca silakan klik disini:

https://gustrisehat.wordpress.com/2008/11/30/yesus-wafat-di-kashmir/

Penjelasan diatas menunjukan bahwa Hawariyyin berada ditengah-tengah bangsa Afghanistan.

Karena para Hawariyyin ini setia pada ajaran nabi Isa maka kita tinjau dulu inti dari ajaran Nabi Isa AS.
Yang diajarkan Nabi Isa antara lain sbb:

Ali Imroon; 51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”

Ash Shoff 6. Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”

“dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad”

Risalah Nabi Isa AS yang benar adalah

  1. meng-Esakan Allah, tidak menjadikan Nabi Isa sebagai Tuhan atau anak Tuhan, juga
  2. siap menerima kedatangan rasul sesudahnya yaitu Muhammad SAW.

Kedua syarat tersebut harus dipenuhi dalam menetukan siapakah Hawariyyin.

Tanda yang Kedua : memegang teguh Tauhid dan tidak mempertuhankan Isa AS.

Tanda yang Ketiga : menerima kedatangan Rasul setelah nabi Isa AS, yang bernama AHMAD (Muhammad SAW).

Maka untuk menetukan sipakah Hawariyyin, ketiga tanda tersebut harus dipenuhi.

Tentu anda sudah dapat menangkap siapakah itu “Hawariyyin”.

Bangsa Afghanistan adalah Bani Israel (tanda pertama dipenuhi). Bangsa Afghanistan adalah Muslim (tanda kedua dan ketiga dipenuhi)

Saya berkesimpulan bahwa “Hawariyyin” (di jaman Nabi Isa) yang menjadi penolong Allah ahli waris tugas tersebut yang menjaga Agama Allah adalah “THOLIBAN” mereka takkan terkalahkan sampai akhir jaman seperti yang dijanjikan Allah pada nenek moyang mereka. Tholiban adalah keturunan para Hawriyyin.

Ali Imroon 55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

jadi yang dimaksud dalam ayat diatas : orang yang selalu diatas orang kafir hingga kiamat adalah Hawariyyin keturunan mereka sekarang bernama ” Tholiban”.

Merekalah Pejuang Tak Terkalahkan Hingga Kiamat.

Nama bisa berganti ganti, pada Jaman Nabi Isa “Hawariyyin”, jaman pendudukan Rusia bernama “Mujahidin”, sekarang bernama “Tholiban“, masa mendatang mungkin berganti nama lain lagi, tapi ada satu yang jelas selalu ada pada mereka yaitu “ Dikalangan Bani Israel Afghanistan Syariah Islam tidak akan pernah mati. Mereka akan terus menjaga Tegak nya syariah Islam sampai Akhir Jaman. Dan merekalah pemenangnya. (The Last Man Standing).

Allah menjadikan mereka Tauladan Bagi orang-orang Mukmin :

Ash Shaaf 14. Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.

Wallohu’alam bishowab.

Gustri Sehat.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: