Gustrisehat’sWeblog

Desember 24, 2008

Latifabdul : "Liberalisasi…"

Filed under: TAUHID — Gustri @ 2:31 am

Karena anda tidak memoderasi posting anda sama sekali maka saya buat jawaban singkat ini dalam posting. Dan ini saya tujukan untuk anda.


latifabdul said

Dasar liberalisasi islam itu merujuk kpd ayat2 ALLAH swt;
1.Negara bukan syariat islam,tapi demokrasi seculer;Dasarnya QS.4:59.
2.Menjalin persahabatan dgn umat non islam dan berlaku adil dgn mereka.QS.60″7-8
3.Memberikan kemerdekaan beragama, berkeyakinan, menafsirkan al Quran, Bible QS.2:256
4.Melindungi setiap agama dan keyakinan beragama, dan pemerintah NETRAL dgn agama2.QS4:59
5.HAM bersumber dari al quran menjadi pedoman cara bermasarakat plural

Gustri Sehat said:

Yth. Penulis
Assalaamu’aalaikum,

1.Negara bukan syariat islam,tapi demokrasi seculer;Dasarnya QS.4:59.
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

To the point.
Anda salah memahami Minkum.
1. Himpunan orang mukmin. (terdiri laki-laki-dan wanita mukmin)
2. Himpunan orang muslim (himpunan no.1 plus laki-laki dan wanita muslim)
3. Himpunan Manusia ( himpunan no.1 plus no.2 plus kaum kuffar)

“Minkum” merujuk pada anggauta himpunan. Krn kalimat awalnya “orang orang yang beriman”. Maka “ulil Amri” yang dimaksud adalah anggaouta himpunan yang sama dengan yang diperintah menaati. (tidak boleh anggauta himpunan satu menaati ulil amri diluar anggaouta himpunan no.1.

2.Menjalin persahabatan dgn umat non islam dan berlaku adil dgn mereka.QS.60″7-8
7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.

Seharusnya ayat no.9 terkait erat :
9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

memerangimu karena agama : permasalahan ini terkait dengan pemahaman anda tentang agama.
Apakah anda sudah tahu apa itu “dien” ? apa itu “Isme”..? apa itu “agama”..? jelas basis argument anda tidak memahami tentang tiga pertanyaan saya tersebut.

3.Memberikan kemerdekaan beragama, berkeyakinan, menafsirkan al Quran, Bible QS.2:256
256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

menafsirkan al Quran, Bible
Laa ikro’ha fiiddiin : anda benar-benar tidak mengerti apa itu “dien”.
Apakah dien = menafsir Qur’an, Bible.
Anda juga belum paham apa itu Bible, pemikiran anda telah terkontaminasi pemikiran Kristen yang mengklaim Bible = Injil. Singkatnya anda belum mengerti apa itu Bible dan apa itu Injil.

4.Melindungi setiap agama dan keyakinan beragama, dan pemerintah NETRAL dgn agama2.QS4:59
59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Ini adalah bukti ketidak pahaman anda tentang “ulil amriminkum”.
Benar bahwa Islam melindungi perbedaan beragama tapi ada satu syarat yang harus dipenuhi yaitu mereka wajib dalam keadaan tunduk pada syariah Islam. Syarat kondisi ini harus dipenuhi barulah mereka (kuffar) diberi hak dan perlakuan yang sama dengan umat muslim.

Q.S.9/29. Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar “jizyah” dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

5.HAM bersumber dari al quran menjadi pedoman cara bermasarakat plural

Anda tidak menggunakan dalil sama sekali maka point ini hanyalah “omong kosong” maka tidak punya nilai “argumentative”, maka tidak layak dijadikan Hujjah dan tak perlu ditanggapi.

Contoh tentang Zina : samakah zina dengan perkosaan…? Saya yakin anda pasti tahu….dan lihatlah anda memelintir “Zina menjadi perkosaan” kemudaian hasilnya anda pakai untuk “justifikasi” pendapat anda ( yaitu secara garis besar : menunjukkan betapa kunonya hukum Islam). Bukankah cara ini mengandung ketidak jujuran….? Membangun argument dengan metode yang tidak jujur…Masya Allah. Astaghfirulloh….
Wassalamu’aalaikum,

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: