Gustrisehat’sWeblog

Desember 15, 2008

KHOLIFAH SEBELUM ADAM

Filed under: TAUHID — Gustri @ 6:01 am

Al Baqoroh.30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ini adalah pertanyaan (pernyataan keberatan) yang diajukan para malaikat kepada Allah SWT:

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”

Para Ahli Tafsir dalam menyimpulkan kandungan nilai ayat tersebut terbagi menjadi dua kelompok pendapat :


Kelompok pertama : Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam. Mereka meyakini ada suatu generasi makhluk sebagai kholifah yang mendiami bumi, konon kabarnya Adam adalah nenek moyang dari Kholifah yang ke seribu-kalinya. Jika setiap kholifah memiliki nenek moyang maka sebelum Adam yang menurunkan kita sudah pernah ada Adam yang lain yang menurunkan Kholifah sebagai penghuni bumi.


Kelompok kedua : Hanya ada satu Kholifah di muka bumi yaitu Adam dan keturunannya. Pertanyaan yang diajukan Malaikat (dlm Al Baqoroh 30) berdasar atas Ilmu (takwil semata) oleh para Malaikat.

Kita Analisa “pendapat yang diyakini” kelompok pertama.

Pertama kita setujui dulu Asumsi kelompok ini.

Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam (Adam yang menurunkan kita). Tidak soal apakah mereka ini makhluk berupa manusia atau berupa makhluk yang selainnya manusia, tapi mereka memiliki tugas yang sama dengan manusia yaitu sebagai “Kholifah” dan mendiami bumi.

Dari persamaan tugas antara manusia dan makhluk sebelumnya yaitu sebagai kholifah, maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :

  1. mereka berjasad sama halnya dengan manusia, bisa menumpahkan darah.
  2. mereka memiliki hawa nafsu seperti manusia, penyebab pertumpahan darah.
  3. Ada makhluk “the OPOSITTE” lawan atau penggoda seperti halnya fungsi Iblis bagi manusia, yaitu sebagai penggoda manusia.
  4. Baik Makhluk sebelum Adam maupun setelah Adam semuanya di-“urusi” oleh sekelompok Malaikat yang sama, dan ini yang menjadikan sebab mengapa malaikat mengajukan pertanyaan dalam ayat tsb diatas : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”.
  5. Punya nenek moyang tersendiri, bukan Adam. Adam adalah nenek moyangnya manusia sekarang (termasuk kita).

Point-point diatas adalah kesimpulan logis dan setidaknya itulah hal-hal yang diyakini oleh para pendukung teori kelompok satu (“Ada Kholifah sebelum Adam”) dsesuai dengan alur logika kelompok ini.

Jadi ada dua nenek moyang :

PREMIS PERTAMA : Untuk nenek moyang kholifah pertama, bukanlah Adam Bapak kita. Tapi ada Adam yang lain lagi yang menjadi bapak dari kholifah pertama ini. Sebut saja sebagai Adam-pertama (sebagai permisalan). Mereka juga memiki makhluk penggoda, kita misalkan saja sebagai Iblis-pertama.

PREMIS KEDUA : Untuk nenek moyang kita bernama Adam (sebut Adam-kedua). Adam kedua inilah yang menurunkan kita, dalam Al Qur’an Allah sering menyebut kita Anak-anak Adam. Dan Iblis adalah Makhluk penggoda dari Adam tersebut. Kiita sebut saja Iblis ini sebagai Ibllis kedua. Karena dia menggoda Bapak kita Yaitu Adam kedua.

Jadi ada dua pasang Adam-Iblis yaitu:

  1. Adam pertama dengan Iblis pertama.
  2. Adam kedua dengan Iblis kedua.

Metode pembuktian :

Kita buktikan apakah yang diceritakan dalam Al Qur’an khususnya tentang Adam-Iblis, bersesuaian dengan Adam-Iblis pertama ataukah Adam-Iblis kedua.

Untuk Iblis yang diceritakan dalam Qur’an kita sebut “Iblis Q”.

Al Baqoroh 34. maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur

Al A’raaf: 12. …“Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Dasar atau pemicu penolakan Iblis Q adalah karena Ia (Iblis Q) diciptakan dari Api.dan kesombongan yang muncul dalam hatinya Iblis Q, sebagai pangkal pembangkangan. Asal bahan penciptaan yang menjadi Argumen yang diajukan kepada Allah. Ini adalah keterangan yang diiberikan Allah pada kita melalui Qur’an. Allah Maha Teliti, Maha Tepat Dengan memegang teguh prinsip ini maka apa yang tertera dalam Qur’an pasti sesuai dengan kondisi sebenarnya. Qur’an adalah keterangan yang diturunkan sebagai petunjuk atas “OTOIRITAS” yang Maha Benar.

Allah Maha Mengetahui semua Ilmu yang ada pada diri si Iblis Q. Iblis Q bisa saja berbohong, tapi Allah tetap mengetahui rahasia yang disimpan makhluknya baik didzahir-kan maupun disembunyikan. Sedang apa yang disampaikan Allah pada kita melalui Al Qur’an, itulah kondisi yang sebenarnya.

Berpendapat bahwa apa yang disampaikan Allah dalam Qur’an sebagai pengkabaran yang belum sempurna atau tidak sesuai dengan kenyataan sama dengan ber-su’udzon, kepada Allah. Naudzuu billahi mindzolik.

Apa yang disampaikan Allah dala Qur’an pasti sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Keadaan “Iblis Q” tidak sesuai dengan keadaan “Iblis kedua” :

Alasan : Jika Iblis Q ini adalah Iblis kedua maka yang menjadi pemicu kesombongannya adalah “ajaran yang didapat dari moyangnya Iblis kedua dalam hal ini Iblis pertama. Karena Iblis kekal sampai hari kiamat, maka Iblis pertama maupun Iblis kedua “saling mengenal”.

Ilmu membangkang dari bangsa Jin sudah dilakukan oleh Iblis pertama terlebih dulu sebelum Iblis kedua melakukanya. ilmu membangkang yang dimilki oleh Iblis kedua berasal dari pendahulunya (Iblis pertama).

Alasan yang benar bagi Iblis kedua saat menolak sujud akan lebih tepat seperti ini : ‘saya mendapati moyangku berbuat demikian…”.ini keadaan yang ada pada diri Iblis kedua. Ibllis kedua mendapakan ilmu membangkang dari Iblis pertama.

Karena Allah Maha Benar, Maha terperinci, kabar yang disampaikan Allah melalui Qur’an berbunyi : “Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Alasan ini sangat bersesuaian untuk Iblis pertama. Amat sangat bersesuaian dengan keadaan yang ada pada diri Iblis pertama. Alasan pembangkangan yang dikemukakan Iblis Q adalah asal bahan penciptaan. Engkau ciptakan “aku dari api”. Ini menunjukkan bahwa penolakan Iblis Q adalah penolakan yang pertama diantara bansa JIN. Maka Iblis Q (yang diceritakan dalam Qur’an adalah sesuai untuk Iblis pertama), “tidak sesuai dengan keadaan Iblis kedua.”

Iblis Q : Iblis yang diceritakan dalam Qur’an adalah Iblis pertama, maka Adam yang diceritakan Qur’an adalah Adam pertama.

Qur’an menyebutkan bahwa Allah menyebut kita anak Adam dalam hal ini yang dimaksud adalah Adam pertama.

Al A’raaf : 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

35. Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Al Maa’idah 27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.”

Berarti kita ini keturunan Adam pertama, dan kita ini adalah Kholifah pertama yang berdiam dimuka bumi.

Premis diawal menyebutkan ada Adam sebelum Adam, dan kita adalah keturunan Adam kedua. Kesimpulan Akhir-mya: Adam pertama itulah yang menurunkan kita sekarang ini, dan ini kongruen (sama dan sebangun) dengan Adam kedua. Dengan kata lain hanya ada satu Adam.

Hanya SATU ADAM, SATU KHOLIFAH (yang mendiami bumi), SATU IBLIS (penggoda). Berarti tidak ada kehidupan makhkluk berakal dan berjasad yang menjadi kholifah di muka bumi sebelum ADAM.

Walllahu ‘alam bhishowab.

(GUSTRI SEHAT)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: