Gustrisehat’sWeblog

Desember 11, 2008

Kholifah sebelum Adam

Filed under: Artikel,Kisah-kisah — Gustri @ 11:16 am
Tags:

Al Baqoroh.30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ini adalah pertanyaan (pernyataan keberatan) yang diajukan para malaikat kepada Allah SWT:

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”

Para Ahli Tafsir dalam menyimpulkan kandungan nilai ayat tersebut terbagi menjadi dua kelompok pendapat :


Kelompok pertama : Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam. Mereka meyakini ada suatu generasi makhluk sebagai kholifah yang mendiami bumi, konon kabarnya Adam adalah nenek moyang dari Kholifah yang ke seribu-kalinya. Jika setiap kholifah memiliki nenek moyang maka sebelum Adam yang menurunkan kita sudah pernah ada Adam yang lain yang menurunkan Kholifah sebagai penghuni bumi.


Kelompok kedua : Hanya ada satu Kholifah di muka bumi yaitu Adam dan keturunannya. Pertanyaan yang diajukan Malaikat (dlm Al Baqoroh 30) berdasar atas Ilmu (takwil semata) oleh para Malaikat.

Kita Analisa “pendapat yang diyakini” kelompok pertama.

Pertama kita setujui dulu Asumsi kelompok ini.

Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam (Adam yang menurunkan kita). Tidak soal apakah mereka ini makhluk berupa manusia atau berupa makhluk yang selainnya manusia, tapi mereka memiliki tugas yang sama dengan manusia yaitu sebagai “Kholifah” dan mendiami bumi.

Dari persamaan tugas antara manusia dan makhluk sebelumnya yaitu sebagai kholifah, maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :

  1. mereka berjasad sama halnya dengan manusia, bisa menumpahkan darah.
  2. mereka memiliki hawa nafsu seperti manusia, penyebab pertumpahan darah.
  3. Ada makhluk “the OPOSITTE” lawan atau penggoda seperti halnya fungsi Iblis bagi manusia, yaitu sebagai penggoda manusia.
  4. Baik Makhluk sebelum Adam maupun setelah Adam semuanya di-“urusi” oleh sekelompok Malaikat yang sama, dan ini yang menjadikan sebab mengapa malaikat mengajukan pertanyaan dalam ayat tsb diatas : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”.
  5. Punya nenek moyang tersendiri, bukan Adam. Adam adalah nenek moyangnya manusia sekarang (termasuk kita).

Point-point diatas adalah kesimpulan logis dan setidaknya itulah hal-hal yang diyakini oleh para pendukung teori kelompok satu (“Ada Kholifah sebelum Adam”) dsesuai dengan alur logika kelompok ini.

Jadi ada dua nenek moyang :

PREMIS PERTAMA : Untuk nenek moyang kholifah pertama, bukanlah Adam Bapak kita. Tapi ada Adam yang lain lagi yang menjadi bapak dari kholifah pertama ini. Sebut saja sebagai Adam-pertama (sebagai permisalan). Mereka juga memiki makhluk penggoda, kita misalkan saja sebagai Iblis-pertama.

PREMIS KEDUA : Untuk nenek moyang kita bernama Adam (sebut Adam-kedua). Adam kedua inilah yang menurunkan kita, dalam Al Qur’an Allah sering menyebut kita Anak-anak Adam. Dan Iblis adalah Makhluk penggoda dari Adam tersebut. Kiita sebut saja Iblis ini sebagai Ibllis kedua. Karena dia menggoda Bapak kita Yaitu Adam kedua.

Jadi ada dua pasang Adam-Iblis yaitu:

  1. Adam pertama dengan Iblis pertama.
  2. Adam kedua dengan Iblis kedua.

Metode pembuktian :

Kita buktikan apakah yang diceritakan dalam Al Qur’an khususnya tentang Adam-Iblis, bersesuaian dengan Adam-Iblis pertama ataukah Adam-Iblis kedua.

Untuk Iblis yang diceritakan dalam Qur’an kita sebut “Iblis Q”.

Al Baqoroh 34. maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur

Al A’raaf: 12. …“Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Dasar atau pemicu penolakan Iblis Q adalah karena Ia (Iblis Q) diciptakan dari Api.dan kesombongan yang muncul dalam hatinya Iblis Q, sebagai pangkal pembangkangan. Asal bahan penciptaan yang menjadi Argumen yang diajukan kepada Allah. Ini adalah keterangan yang diiberikan Allah pada kita melalui Qur’an. Allah Maha Teliti, Maha Tepat Dengan memegang teguh prinsip ini maka apa yang tertera dalam Qur’an pasti sesuai dengan kondisi sebenarnya. Qur’an adalah keterangan yang diturunkan sebagai petunjuk atas “OTOIRITAS” yang Maha Benar.

Allah Maha Mengetahui semua Ilmu yang ada pada diri si Iblis Q. Iblis Q bisa saja berbohong, tapi Allah tetap mengetahui rahasia yang disimpan makhluknya baik didzahir-kan maupun disembunyikan. Sedang apa yang disampaikan Allah pada kita melalui Al Qur’an, itulah kondisi yang sebenarnya.

Berpendapat bahwa apa yang disampaikan Allah dalam Qur’an sebagai pengkabaran yang belum sempurna atau tidak sesuai dengan kenyataan sama dengan ber-su’udzon, kepada Allah. Naudzuu billahi mindzolik.

Apa yang disampaikan Allah dala Qur’an pasti sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Keadaan “Iblis Q” tidak sesuai dengan keadaan “Iblis kedua” :

Alasan : Jika Iblis Q ini adalah Iblis kedua maka yang menjadi pemicu kesombongannya adalah “ajaran yang didapat dari moyangnya Iblis kedua dalam hal ini Iblis pertama. Karena Iblis kekal sampai hari kiamat, maka Iblis pertama maupun Iblis kedua “saling mengenal”.

Ilmu membangkang dari bangsa Jin sudah dilakukan oleh Iblis pertama terlebih dulu sebelum Iblis kedua melakukanya. ilmu membangkang yang dimilki oleh Iblis kedua berasal dari pendahulunya (Iblis pertama).

Alasan yang benar bagi Iblis kedua saat menolak sujud akan lebih tepat seperti ini : ‘saya mendapati moyangku berbuat demikian…”.ini keadaan yang ada pada diri Iblis kedua. Ibllis kedua mendapakan ilmu membangkang dari Iblis pertama.

Karena Allah Maha Benar, Maha terperinci, kabar yang disampaikan Allah melalui Qur’an berbunyi : “Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Alasan ini sangat bersesuaian untuk Iblis pertama. Amat sangat bersesuaian dengan keadaan yang ada pada diri Iblis pertama. Alasan pembangkangan yang dikemukakan Iblis Q adalah asal bahan penciptaan. Engkau ciptakan “aku dari api”. Ini menunjukkan bahwa penolakan Iblis Q adalah penolakan yang pertama diantara bansa JIN. Maka Iblis Q (yang diceritakan dalam Qur’an adalah sesuai untuk Iblis pertama), “tidak sesuai dengan keadaan Iblis kedua.”

Iblis Q : Iblis yang diceritakan dalam Qur’an adalah Iblis pertama, maka Adam yang diceritakan Qur’an adalah Adam pertama.

Qur’an menyebutkan bahwa Allah menyebut kita anak Adam dalam hal ini yang dimaksud adalah Adam pertama.

Al A’raaf : 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

35. Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Al Maa’idah 27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.”

Berarti kita ini keturunan Adam pertama, dan kita ini adalah Kholifah pertama yang berdiam dimuka bumi.

Premis diawal menyebutkan ada Adam sebelum Adam, dan kita adalah keturunan Adam kedua. Kesimpulan Akhir-mya: Adam pertama itulah yang menurunkan kita sekarang ini, dan ini kongruen (sama dan sebangun) dengan Adam kedua. Dengan kata lain hanya ada satu Adam.

Hanya SATU ADAM, SATU KHOLIFAH (yang mendiami bumi), SATU IBLIS (penggoda). Berarti tidak ada kehidupan makhkluk berakal dan berjasad yang menjadi kholifah di muka bumi sebelum ADAM.

Walllahu ‘alam bhishowab.

(GUSTRI SEHAT)

23 Komentar »

  1. Assalamu alaikum saudara gustri,

    terima kasih untuk usulnya… saya kira itu merupakan usul yang bagus…
    tapi saya bukanlah seorang ‘alim, saya mungkin butuh waktu untuk menyusun sebuah artikel

    Oh ya saya tertarik dengan artikel ini. Dan saya setuju kesimpulan yang anda ambil
    Menurut pandangan saya, secara aqli, jika Allah swt menciptakan Adam yang lain sebelum Nabi Adam as, maka:
    1. Allah swt pasti akan menjelaskan lebih lanjut dalam Al Qur’an
    2. Seluruh Rasul juga akan membenarkannya, karena Rasul diturunkan untuk membenarkan apa-apa yang sebelumnya dari Allah
    3. Kemungkinan besar Adam lain tersebut tidak tercipta dari tanah
    4. Paling tidak, ada sedikit peninggalan Adam lain tersebut dan keturunannya di bumi.
    Dan faktor-faktor yang lain.

    Wallahu a’lam bish showab

    Komentar oleh Faisal Abdi — Desember 12, 2008 @ 2:31 pm

  2. Jangan takut salah, siapa sih yang enggak punya salah…? Hanya Allah.
    yang penting, akhiri artikel dengan kata-kata merendah, contoh :
    Wallahu ‘aalam bish showab,
    kebenaran datangnya dari Allah…dst.

    Komentar oleh Gustri — Desember 12, 2008 @ 3:11 pm

  3. assalamualaikum,

    maaf OOT walaupun masih agak nyambung dikit..
    kebetulan ada pembahasan soal Iblis.

    mau minta pencerahannya ya.

    gini, kemarin saya sempat baca surat Al A’raf kalau nggak salah, ayatnya saya lupa, tentang dikeluarkannya Iblis dari surga.

    sebelumnya saya mohon maaf, kebetulan saat ini saya sedang nggak pegang Al Qur’an, jadi mungkin redaksi dan urutannnya tidak secara tepat seperti yang ad di Qur’an.

    urutannya kurang lebih seperti ini:

    a. Allah memerintahkan jin dan malaikat untuk bersujud kepada Adam

    b. semua jin dan malaikat bersujud kepada Adam kecuali Iblis

    c. Allah mengusir Iblis keluar dari surga

    d. Allah melarang Adam dan Hawa mendekati pohon terlarang

    e. Iblis menggoda Adam dan Hawa untuk makan buah terlarang

    (urutannya mungkin nggak persis seperti diatas, mungkin ada yang terlewat).

    yang saya ingin tanyakan, pada poin (c) Allah telah mengusir Iblis dari surga, dan pada point (e) Iblis menggoda Adam dan Hawa di surga.

    Dalam pemahaman awam saya, pada saat iblis menggoda Adam dan Hawa di surga, dia (iblis) sudah tidak berada di surga, karena sebelumnya telah diusir oleh Allah dari surga.

    Mohon pencerahannya.

    Wassalam

    Komentar oleh mogadishu knight — Desember 31, 2008 @ 2:34 am

  4. assalamualaikum,
    Tanya; pada poin (c) Allah telah mengusir Iblis dari surga, dan pada point
    Jawab :
    Al Arraaf 13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.”

    Tanya : (e) Iblis menggoda Adam dan Hawa di surga.
    Jawab :
    Al Arraaf 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.
    Al Arraaf 15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.”

    Penghukuman pada Iblis ditangguhkan sampai hari berbangkit.
    Iblis diberi dispensasi ayat 14-15. hingga bisa masuk dalam sorga kembali dan menggoda anak Adam.

    Ayat 24: Qoola ahbithu ba’dukum….
    Ba’dukum = kamu semua jamak lebih dari dua (Adam, Istrinya,termasuk Iblis)

    Ketika turun kebumi perintahnya merujuk pada subjek jumlahnya lebih dari 2.

    Komentar oleh Gustri — Desember 31, 2008 @ 3:15 am

  5. Terima kasih atas pencerahannya, mulai terang nih pemahaman saya.

    Mohon dijelaskan lebih lanjut ayat berikut:

    Al Arraaf 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

    Pada saat iblis menyampaikan permohonan itu, Adam masih berada di surga. Dalam pemahaman awam saya, proses lahir-mati-dibangkitkan kembali terjadi di alam fana (dunia). Sementara di surga tidak ada proses itu (Wallahu ‘allam)

    Mohon dijelaskan, dan jika saya keliru mohon diluruskan.

    Komentar oleh mogadishu knight — Januari 1, 2009 @ 1:53 am

  6. “proses lahir-mati-dibangkitkan kembali terjadi di alam fana (dunia). Mohon dijelaskan,“

    Terima kasih attensinnya. Kita sama sama belajar.
    Jawabannya panjang namun saya persingkat aja. Dan juga ada dua pendapat, saya mengikuti salah satunya.

    I. Tanya : apakah Adam melalui proses lahir di Jannah (sorga) ….?

    jawab:
    (Ali Imroon 59.)Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah dia.
    1. kun fayakun mengandung pengertian dari tiada menjadi ada.
    2. Berubah dari satu wujud berubah menjadi wujud lain.
    3. Regenerasi dari satu wujud menjadi dua wujud.
    4. kombinasi antara no 2 dan no 3 (dari satu wujud menjadi dua wujud yang berbeda).

    Penciptaan Adam : “Jadilah”, maka jadilah (kun fayakun). Saya berpendapat Adam diciptakan tidak melalui proses “kelahiran”, tapi perubahan wujud (tanah) menjadi wujud manusia.

    II. Tanya : apakah Adam mengalami “mati” di Sorga….?
    Jawab :
    Tidak ada ayat yang menyatakan Adam mati di Jannah. Adam turun dari Janaah dalam keadaan Hidup bersama Istrinya dan Iblis (mereka semua dalam keadaan hidup).
    Al ‘Araaf 24. Allah berfirman: “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan.”

    III. Tanya : “Kebangkitan”.
    Jawab :
    Karena tidak mengalami kematian di sorga (jawaban no II) maka tidak ada kebangkitan.

    Mengenai hidup, mati, dan kebangkitan bagi Adam dan anak cucunya :
    Al ‘Araaf 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

    Wallohu ‘alam bishowab.

    Komentar oleh Gustri — Januari 1, 2009 @ 7:04 am

  7. Terima kasih atas penjelasannya. semoga tidak bosan ya, karena saya butuh penjelasan lebih lanjut😉 gapapa ya…

    II. Tanya : apakah Adam mengalami “mati” di Sorga….?
    Jawab :
    Tidak ada ayat yang menyatakan Adam mati di Jannah. Adam turun dari Janaah dalam keadaan Hidup bersama Istrinya dan Iblis (mereka semua dalam keadaan hidup).

    kalau kita lihat redaksi ayat 14:
    Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.

    jika dilihat secara kronologis surat Al A’raf, ketika iblis memohon kepada Allah SWT “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan” (ayat 14), pada saat itu Adam masih berada di surga, dimana saat itu belum ada “kematian” dan “kebangkitan”. Hal ini karena di surga tidak ada proses lahir-mati-dibangkitkan, proses ini baru terjadi setelah Adam dan Hawa diturunkan ke dunia.

    dalam pemahaman saya yang awam, ada 2 kemungkinan maksud dari ayat 14.

    Pertama, di surga manusia mengalami proses mati-dibangkitkan.

    atau,

    Kedua, iblis memprediksi bahwa manusia akan terusir dari surga dan diturunkan ke dunia, dimana manusia akan mengalami proses mati-dibangkitan.

    mohon dibantu.

    Komentar oleh mogadishu knight — Januari 2, 2009 @ 4:19 am

  8. Insha Allah selagi saya dapat melakukan saya akan lakukan…

    Saya berpendapat :
    Al Baqoroh 30 : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    Skenario tentang “Kholifah dan Bumi” sebagian sudah di beritahukan pada mereka (para malaikat dan Jin), namun tidak menyeluruh. terbukti Allah membantah Malaikat dan Jin dengan Firman : Allahu ya’lamun maalaa ta’lamun.
    Skenario secara keseluruhan hanya Allah yang tahu, tapi skenario garis besar Malaikat dan Jin juga mengetahui skenario tersebut. Tidak secara Detail.

    Selain Malaikat dan Jin makhluk-makhluk lain juga dperintahkan sujud (tunduk pada manusia ““Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya).” (QS. An-Nahl, 16: 12) !

    Penciptaan segala sesuatu dengan tujuan, bukan permainan.Ad Dukhaan 38. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main.
    QS. Ali ‘Imran, 3: 190-191) !

    Jadi tidak tertutup kemungkinan skenario Kholifah dan Bumi (tujuan penciptana Bumi dan Khaolifahnya, sebagian besar telah diketahui Iblis dan Malaikat.

    Kesimpulan :
    Permintaan tangguh sampai hari berbangkit, di ajukan Iblis karena Iblis telah mengetahui sebagian dari skenario “Kholifah dan Bumi”.

    wallahu ‘alam bhishowab.

    Komentar oleh Gustri — Januari 2, 2009 @ 7:32 am

  9. Mas Gustri
    Salam persahabatan mas, minta pencerahannya ya mo nanya sedikit mengenai hal diatas
    Mengapa Adam harus jatuh mas, salah siapakah ??
    Adam yang bodoh, iblis yang pintar, atau Tuhan mas maaf ya mas ?
    Terus iblis itu sperti apa sekarang ini mas apakah sebagai pembisik atau apa yaaaa?
    Ma kasih banyak ya Mas Gustri baru nyalamin dah ngerepotin ya Mas
    Salam

    Komentar oleh kangBoed — Februari 17, 2009 @ 5:04 am

  10. Salam persahabatan Kang Boed, maaf telat menjawab.

    Setiap makhluk bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri-sendiri.
    Yang Maha berilmu hanya Tuhan, Sepandai-pandainya makhluk hanya mampu berbuat sesuai skenarioNYA.
    Dan Iblis ditetapkan sebagai penggoda Iman, ya pembisik, pembangkit angan-angan kosong, pembuat makar, dan memalingkan manusia dari jalan Allah.

    Komentar oleh Gustri — April 15, 2009 @ 7:37 am

  11. naaaah wah kalo begini khan asyiiiiik, hahaha…. betul semua adalah skenarioNYA sedangkan makhluk adalah tiada daya dan upaya bahkan untuk sekecil apapun…. yayaya semua skenarioNYA lain tidak….. hmmmmmmmmm…….

    Komentar oleh kangBoed — April 16, 2009 @ 4:21 am

  12. […] 12:00:45 am on April 16, 2009 | # | 0 Comment on Kholifah sebelum Adam […]

    Ping balik oleh Comment on Kholifah sebelum Adam « Kang Boed — April 26, 2009 @ 12:23 pm

  13. […] Kholifah sebelum Adam […]

    Ping balik oleh Misteri Nama KangBoed « KangBoed — April 27, 2009 @ 5:47 pm

  14. Kang Boed, boleh saya tahu kenapa saya di block….?

    Komentar oleh Gustri — Mei 1, 2009 @ 7:22 am

  15. hmmm…. maksudnya di block bagaimana maaas…. waaaah apanya yang di block yaaa… gak ngerti maaas… jelasin dunk… hmm… binguuuung mas maklum OON yaaa….
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Taklim

    Komentar oleh kangBoed — Mei 5, 2009 @ 8:42 am

  16. ooo… blognya baru di buka tanggal 2 malam… mungkin itu ya maaas…. sorry… yaaa… hehehe…
    Salam Sayang

    Komentar oleh kangBoed — Mei 5, 2009 @ 8:48 am

  17. hmm.. kemana nih.. kok sepi yaaa.. dah kangen juga nih sama mas Gustri nyang baek.. lama gak bertemu.. hehehe..
    Salam Sayaaaaaaang
    Salam Hormaaaaaaat
    Salam Kangeeeeeeen

    Komentar oleh kangBoed — Mei 11, 2009 @ 8:59 am

  18. saya enggak bisa lihat bloknya Kang Boed, sekarang minta pasword, gak tahu kenapa,

    BACA QUR’AN DAN ARTINYA….!

    Komentar oleh Gustri — Mei 19, 2009 @ 3:50 pm

  19. waaaaah… masa sih mas Gus tri.. kok bisa yaaa… masa sih minta password segala kaya mau log in aja.. dah di coba lagi maaas.. kangen juga yaaa.. sampeyan posisi di mana mas..
    Salam Sayang
    Salam Hormat
    Salam Kangen

    Komentar oleh kangBoed — Mei 23, 2009 @ 8:09 am

  20. @kang Boed
    sekarang udah bisa, saya di Jakarta, kalau antum…?

    Komentar oleh Gustri — Mei 23, 2009 @ 8:57 am

  21. Banyak saingan blog ada facebook, Multiply, dll. Paling asyik di Multiply Kang…

    Komentar oleh Gustri — Mei 23, 2009 @ 9:01 am

  22. TOK.. TOOK.. TOOOK..
    pada kemana yaaaaaaa… halllooo… spedaaaa…
    weleh weleeeeeeeh.. lagi samadhi.. ooo.. lagi asyik multiply choice yaaa..😆
    saya banyak ajakin ke face book mas.. cuma yaitu gapteknya belum sembuh.. jadi rada rada susah yaaaa.. hehehe.. oh yaaa.. saya tinggal di emBanduuuuung..
    Salam Sayang
    Salam Rindu untukmu..:mrgreen:

    Komentar oleh KangBoed — Mei 31, 2009 @ 12:43 pm

  23. “Jannah” yang di tempati adam itu kalau di terjemahkan artinya “Taman/Kebun” tapi orang lebih banyak menyebutnya “Taman Syurga”.

    “Jannah” / Taman syurga (yang di tempati adam dan hawa) dalam ayat tersebut tidak sama dengan “Taman Syurga” yang akan di berikan kepada orang-orang shaleh di akhirat nanti. Sehingga Iblis dan pengikutnya masih bisa bolak balik masuk keluar di “Jannah” tersebut.

    ——
    Allah Maha Tahu, dan Allah pun telah berfirman :

    QS al Balad 10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan

    Allah telah menunjukkan kepada manusia dua jalan yang bisa di pilih. Sehingga skenario kehidupan seorang manusia, manusia tersebutlah yang menentukan nya karena adanya dua jalan pilihan tadi. Maka skenario hidupnya akan berjalan sesuai dengan pilihan manusia tersebut sendiri.

    Allah memang yang merancang segala nya, termasuk merancang alur skenario masing-masing yang akan terjadi pada dua pilihan tersebut. Tetapi dalam menjalaninya maka manusia tersebut lah yang menentukan, dan pilihan manusia tersebut akan berjalan sesuai dengan rancangan awal dari Allah mengenai masing-masing pilihan tadi.

    sejalan dengan ayat Allah berikut :

    Qs Ar Ra’d Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

    ——
    Adam tergelincir karena kekhilafan beliau dan atas tipu daya iblis. Bagaimana iblis menipu daya adam, yaitu dengan cara mengubah aturan tersebut atau memberi takwil kepada aturan tersebut.

    Aturan yang di tetapkan oleh Allah adalah Adam alaihissalam di larang mendekati pohon.
    Tapi Iblis dan para pengikutnya mengubah Aturan tersebut dengan menambah nya menjadi “Allah melarang mendekati pohon tersebut cuma karena supaya kamu tidak hidup kekal”

    Nah inilah yang membuat Adam a.s menjadi tertipu dengan penyesatan opini yang di lakukan oleh Iblis.

    Pada zaman sekarang banyak terjadi penyesatan opini yang di lakukan oleh iblis terhadap aturan-aturan yang di buat Allah, misalnya dengan menambah2 takwilnya. Misalnya seperti Babi di haramkan karena banyak cacing nya. Padahal ada atau nggak nya cacing itu pada babi, tetap saja Babi itu di haramkan oleh Allah. Sehingga kalo cacing nya nggak ada, babi nya jadi halal ?

    ——
    kalau saya baca Qs al mujaadilah 22. Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka

    saya merasa risih dengan tulisan “salam sayang” yang ditulis Kang boed, apakah kang boed ini juga muslim, sehingga pantas berkasih sayang dengan Pak gustri yang insyaAllah saya tahu beliau muslim ? Saya nggak tahu sih … tapi setau saya dari kata-kata kang boed, kang boed kayaknya punya pemahaman “QADARIYAH”. tapi mungkin saya salah. maaf ya kalau salah.

    Komentar oleh ibnu suar — Juni 17, 2009 @ 12:53 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: