Gustrisehat’sWeblog

November 22, 2008

Mistery Fir’aun terungkap

Filed under: Artikel,TAUHID — Gustri @ 11:42 am
Tags:

AN NAAZIAAT 24. (Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”(ucapan Fir’aun)

Ayat tersebut menegaskan serangkaian akumulasi perbuatan Fir’aun. Jadi bukan sekedar ucapan saja, tapi ada perbuatan-perbuatan sebelumnya yang mengiringi dan puncaknya adalah ketika ia mengucapkan kata seperti tersebut di atas.

Lantas apa sebenarnya perbuatan Fir’aun ?

Apakah firaun mengaku sebagai YANG MAHAKUASA ?….tidak !
lihat…! ASY-SYU’AARA 34. Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,

Fir’aun perlu berunding ketika menemui kesulitan, ini membuktikan Fir’aun tidak mengaku sebagai YANG MAHAKUASA.

Apakah Fir’aun tidak mengakui Tuhan dan Nabi Musa ?……tidak juga.
AL A’ RAAF 134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”

Terbukti Fir’aun mengakui Kenabian Nabi musa dan Mengakui bahwa yang mampu menghalau segala macam bencana hanyalah ALLAH.

Apakah Fir’aun mengaku berkuasa atas alam semesta ?….tidak juga.
AZ ZUKHRUF 51. Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?

Dia hanya berkuasa di Negeri Mesir. Ia tahu hal itu .

Apakah Fir’aun melarang Umat Islam (waktu itu) melaksanakan sholat…?…Sama sekali tidak.

Q.S.YUNUS: 80 s/d 87

Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.” Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri. Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”

Jadi apa sebenarnya dosa yang paling besar dari Fir’aun?

Jawabnya :

Analisa berawaldari sini.

ASY-SYU’AARA 29. Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.

Kuncinya adlah pada kata “dipenjarakan”. Penjara di dunia manapun hanya diperuntukkan bagi pelanggar “hukum/aturan”.

Penyembahan kepada Fir’aun itu bukan penyembahan seperti sholat, sembahyang kepada Fir’aun, tapi ketaatan pada hukumnya Fir’aun itulah bentuk penyembahan yang dimaksud ayat tersebut.

Ayat dibawah ini akan memperjelas :

AL Mu’minuun 47. Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?”

Dari ayat diatas menunjukkan, dosa Fir’aun yang utama adalah menyuruh manusia “Taat “kepada Hukum-Hukumnya!

AZ ZUKHRUF 54. Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya lalu mereka “taat” kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

jadi ketaatan yang dimaksud Fir’aun adalah taat pada “hukum/aturan” yang ia buat.

Bagi Allah ini pelanggaran berat mengingat ayat tersebut dibawah ini.
AL AN’AAM 57. ….. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” INILAH PELANGGARAN BERAT YANG DILAKUKAN FIR’AUN.

Fir’aun tidak memaksa Bani israel Syirik dalam persujudan, karena sekembalinya Musa dari pelarian, Qur’an menyebutkan Musa diperbolehkan mengambil beberapa rumah de Mesir untuk beribadah”sujud” kepada ALLAH. Bukan persujudan(sholat) yang dihalangi oleh Fir’aun. Taat hukum selain hukumnya (Fir’aun), inilah yang dihalangi sekuat tenaganya.

Kondisi ini sama pércis dengan keadaan kita umat muslim di Indonesia saat ini. Tidak ada yang menghalangi kita sholat. Hanya kita diwajibkan taat pada HUKUM-HUKUM selain hukum ALLAH. Kita tidak bisa menjalankan hukum-hukum “hudut”, fardu-fardu kifayah dsb. Fir’aun-fir’aun keluar dari senayan dengan lantang berkata :

Barang siapa tidak tunduk pada hukum yang telah kami tetapkan (tap MPR/tap DPR.dsn berbgai perundangan) maka kamu akan menjadi salah seorang yang dipenjarakan.

PERCIS dengan ucapan Fir’aun sekian abad yang silam.

Al Miadaah 44 …barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Kafir

Al Maidaah 45……barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Dholim.

Al Miadaah 47 …barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Fasik

Fir’aun memaksa Bani Israel untuk syirik dalam ibadah “Ruku” yaitu ketaatan.

maka arti dari ucapan Fir’aun:” AKULAH TUHANMU YANG TERTINGGI” adalah HUKUMKU (Fir’aun) adalah HUKUM TERTINGGI DI NEGERI MESIR INI.

Kesimpulan :

  • Siapa saja yang membuat aturan Hidup untuk manusia maka dia telah berlaku seperti Fir’aun (kecuali sesuai syariat ISLAM).
  • Siapa saja yang taat pada aturan hidup selain yang diturunka ALLAH dia telah SYIRIK.
  • Mereka semua yang MPR/DPR dan berkata,” Tap MPR(HUKUM DPR/MPR) adalah hukum tertinggi, siapa yang melanggar maka akan menjadi salah seorang yang dipenjarakan ! PERSIS ucapan Fir’aun. Mereka semua Fir’aun bahkan kata2nyapun persis sama, perbuatannya juga sama. Ya itulah Fir’aun versi modern.
  • Umat Islam yang berTuhan ALLAH, tapi patuh dengan mereka, maka dia telah berbuat “SYIRIK” dalam ketaatan.
  • Umat Islam yang patuh pada Fir’aun “gaya baru”, sama dengan umat Fir’aun “gaya lama” adalah kaum musyrikun.

INGAT…!
AN NISAA 48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

ALLAH tidak mau disekutukan termasuk dalam perkara hukum ! baca ayat dibawah ini!

AL KAHFI 26. …… dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum .”

Saudaraku lindungilah dirimu api neraka, jauhilah syirik ! sekecil apapun. Perangilah kemusyrikan diseputarmu ! Semampumu!
Minimal jangan ikut Musyrik! MANA yang anda takuti, ALLAH atau para Fir’aun ?
PERANGILAH ! dengan Lisan Maupun fisik ! Bagi kita hanya ada satu pilihan “MENENTANG”, segala hukum selain yang diturunkan ALLAH !

Semoga bermanfaat ! AMIIN!!!

4 Komentar »

  1. Bahaya ni cara berpikirnya:
    Musa diancam dipenjarakan >> Musa pelanggar hukum

    Kalo diterapkan pada ayat ini:
    “Mereka menjawab: “Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir.” (QS. As Syua’ara, 26:167)

    Maka hasilnya adalah: Nabi Luth pelaku zina??? Jangan ngawur dong kalo menyimpulkan ayat!

    Komentar oleh wawan s. s. — Desember 3, 2010 @ 10:02 am

  2. Sori, salah kutip, harusnya ayat yg saya kutip yang ini:
    “Mereka berkata: “Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti Hai Nuh, niscaya benar-benar kamu akan Termasuk orang-orang yang dirajam.” (QS As Syua’ara, 26:116)

    Komentar oleh wawan s. s. — Desember 3, 2010 @ 10:03 am

  3. jika ingin menyimpulkan ayat2 Al Quran jgn dipotong2, dipahami keseluruhnya yg ada hubungannya (Fir’aun misalnya..).INGATT!! ‘satu ayat bukan satu kesimpulan melainkan rangkaian proses menjelaskan ttg sesuatu hal…’

    Komentar oleh IRUL — Juni 25, 2011 @ 9:50 am

  4. subhanallah… tulisan nya sangat bagus akhi🙂

    Komentar oleh Muhammad Ash Shaff — Agustus 5, 2011 @ 2:15 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: