Gustrisehat’sWeblog

September 10, 2008

ASAL MULA PERBUATAN (bag.4)

Filed under: TAUHID — Gustri @ 5:30 pm
Tags:

ASAL MULA PERBUATAN (bag.4)
By: Gustri Sehat

Setelah kita mengetahui arti pentingnya Iman (tanpa iman tidak mungkin kita dapat memasuki Jannah). Oleh karena itu harus kita ketahui iman yang benar itu bagaimana? Hanya dengan Iman yang benar semua perbuatan kita diterima,tanpa diingkari.

AL ANBIYAA 94. Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.

Rukun IMAN
Rukun Iman yang 6 point ternyata disusun berdasarkan hadits Muslim dengan kategori “MUTHAWATIR MA’NAWI” (syah dilihat dari makna/isi, sanad dan perawinya tidak perlu dilihat. Para ulama telah bersepakat tetang hal ini).
Mari kita perhatikan.
CATATAN : yang pasti benar dari hadits kategori ini ialah :
1. bukan berasal dari Rosululloh
2. menurut makna/muatannya syah adalah relatip(sekarang benar karena ilmu pengetahuan belum menemukan kesalahannya, namun pasti akan tiba massanya dimana kelemahanya akan terungkap).
3. Yang bukan berasal dari ALLAH dan Rosul-Nya, tidak boleh dipakai landasan untuk membangun AQIDAH. Sedang Iman itu jelas dasar dari AQIDAH.
Prof.Dr.Harun Nasution Guru Besar Pasca sarjana S3 di IAIN Jakarta, menyatakan hadits yang menjadi dasar rukun IMAN adalah Lemah (RUKUN IMAN DIGONCANG, Karya H. Hartono Ahmad Jais) diperkuat oleh Moh.Abduh Guru Besar Al AZAR Mesir dalam pernyataannya” hadits yang menjadi dasar rukun Iman lemah..”, senada itu juga Jalaludin Al Afghani. Dan tidak ada sanggahan dari penulis perkara ini, termasuk Prof.Dr. Ali Yafie, didukung KH.A.Latief Mukhtar MA. (PARSIS), Mohamad bin Shalih AL Utsaimin (tokoh Salafy), Prof.Dr.HM. Rasyidi, Said Hilabi (Ketua PB AL-Irsyad) semua tidak membantah bahwa hadits yang menjadi dasar rukun IMAN 6 adalah “lemah”. Maka jangan heran kalau Prof.Dr.harun Nasution membuat rukun Iman Cuma 5, orang Iran pun memilki rukun Iman 5 Point, walau keduanya berbeda point.

Yang harus di-IMAN-i oleh kaum muslimin adalah :
1. Iman kepada ALLAH, 2. Iman kepada Rosululloh, 3. Iman kepada malaikat, 4. Iman kepada Hari Akhir, 5. Iman kepada yang Ghoib, 6. Iman atas takdir baik dan buruk, dan masih ada yang seharusnya jadi no. 7 dan 8, yaitu :
No.7
Iman terhadap hukum-hukum ALLAH,
An Nissa 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) TIDAK BERIMAN hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Silahkan anda berbeda dalam penempatannya (tidak harus ditambah no.7) tapi wajib anda ketahui ayat tersebut dibawah ini :

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang KAFIR.” (Q.S. Al Maaidah : 44)

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang DZOLIM.” (Q.S. Al Maaidah : 45)

“Siapa pun yang tidak memutuskan perkara hukum/politik menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah orang-orang FASIK.” (Q.S. Al Maaidah : 47)

Penempatan point no.7 atau 8, atau 12, tidak penting , yang perlu serius diperhatikan adalah jika tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH, maka berakibat batalnya ke-Iman-an kita. Jika iman batal maka segala amalan akan sia-sia, “NO HEAVEN FOR YOU”.

Sedangkan rukun Iman yang 6 saya berat sangka diskenario oleh pihak-pihak lawannya Islam, untuk menyembunyikan tentang kewajiban berhukum pada hukum ALLAH. Skenario halus dan cermat dalam rangka mengkafirkan umat Islam secara sistematis dan terselubung, dengan target awal umat Islam menjauhi hukum Islam.

KETERANGAN :
Dalam tulisan ASAL MULA PERBUATAN (bag.3)
“Kelompok sholeh masih terbagi menjadi 2 kelompok :
1. ber-IMAN secara kaffah (benar)
2. ber-IMAN sebagian mengingkari bagian lain.”.

Tidak semua orang yang beramal sholeh diterima amalannya. Bisa saja seseorang rajin SHOLAT, ZAKAT,INFAQ,SHODAQOH, dll, tapi bilamana tidak berhukum pada apa yang diturunkan ALLAH maka Imannya batal, semua amalannya sia-sia.

Yang diatas belum seberapa karena masih ada point IMAN yang ke-8.

WASSALAM.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: