Gustrisehat’sWeblog

September 10, 2008

ASAL MULA PERBUATAN (bag.3)

Filed under: TAUHID — Gustri @ 5:28 pm
Tags:

ASAL MULA PERBUATAN (bag.3)
By: Gustri Sehat

Manusia terbagi dalam 4(empat) kelompok yaitu :
1. orang sholeh.
2. orang dholim1.
3. kafir dholim 2.
4. kafir.

Kelompok sholeh masih terbagi menjadi 2 kelompok :
1. ber-IMAN secara kaffah (benar)
2. ber-IMAN sebagian mengingkari bagian lain.

Orang orang sholeh yang menempuh jalan “taqwa” dengan “perbuatan yang diajarkan oleh ALLAH, tidak serta-merta masuk JANNAH. Semuanya itu harus dilandasi Iman . Dengan ke-IMAN-an yang benar. Dalil Al-Qur’an perkara ini luarbiasa banyaknya ! tsb dibawah ini . a.l. :

AN NAHL 97. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
AL ISRAA’ 19. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.
AL KAHFI 2. sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
AL KAHFI 107. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
AL KAHFI 110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya (beriman).”
MARYAM 60. kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun,
MARYAM 96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah[911] akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.
THAHAA 75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),
THAHAA 82. Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.
AL ANBIYAA 94. Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.
AL HAJJ 14. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
AL HAJJ 23. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.
AL HAJJ 50. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia. AN NUR 55. dst. Masih sangat banyak !

Dan sangat banyak ayat Quran yang menyatakan bahwa Jannah hanya dapat diraih dengan iman. Sedang amal shaleh selalu diawali kata hubung “dan” yang bermakna Akumulatif. Jika segala macam kebaikan dan amal sholeh yang diperbuat manusia tidak dilandasi Iman, maka semuanya sia-sia.
“Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.” (QS. 18:103-104)

Dari uraian diatas kita dapatkan bahwa semua amalan sholeh yang diperbuat manusia belum cukup untuk membawa manusia kepada JANNAH. Harus dilandasi Iman. Maka Iman adalah yang paling berperan membawa manusia menuju Jannah atau Jahanam (paling ESENTIAL).
Begitu banyak dalil Qur’an yang menyatakan keharusan beriman , maka Iman yang benar harus diketahui oleh setiap muslim. Tidak bisa dimengerti secara serampangan. Harus jelas. Seperti apa itu IMAN yang benar itu. Satu mili saja meleset, maka tidak KAFFAH lagi, 0.0001% kurang, maka tidak KAFFAH lagi. Jika sudah tidak kaffah jangan bermimpi tetang JANNAH. !!

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: