Gustrisehat’sWeblog

September 4, 2008

ASAL MULA PERBUATAN (bag.2)

Filed under: TAUHID — Gustri @ 7:50 pm
Tags:

SHIROTHOL MUSTAQIM

ASAL perbuatan :
1. diajarkan ALLAH.
2. diajarkan IBLIS

JALAN YANG AKAN DITEMPUH MANUSIA

Asy Syams 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Kita ingatkan dulu tentang hukum-hukum ALLAH, yang tertulis di LAUHUL MAHFUSH. Formula dasar dari hukum ALLAH tersebut berbentuk impikasi dalam formula (JIKA…MAKA…).

Saat manusia baru dilahirkan, maka segera ia melakukan akftivitas, mulai dari bernafas, menangis, dll. Pada saat bayi melakukan aktivitas yang pertama (menangis, bersin, batuk, dll) terlepas dari dorongan external maupun internalnya bayi sebagai penyebabnya, maka dalam hal ini bayi sudah membuat suatu pilihan atas hukum ALLAH.
Contoh : jika menhisap udara, maka mendapat oksigen. Jika ia mendapat oksigen maka…dst. Konklusi dari implikasi yang awal menjadi premis untuk implikasi yang baru. Maka akan terjadi sambung menyambung hukum-hukum ALLAH tersebut sampai akhir hayat manusia. Hukum hukum ALLAH yang ditempuh manusia bukan Cuma satu tapi kolektip dan majemuk. Maka bisa dibayangkan kumpulan hukum-hukum ALLAH yang dijalani manusia membentuk suatu kumpulan garis/benang, dalam hal ini mirip sebuah jalan.

Didepan manusia tersedia benang-benang yang tak terhingga jumlahnya, serta kemajemukannya sangat komplek. Amat susahlah bagi akal manusia untuk mengurai dan memahaminya. Dan ALLAH memberi tahukan pada kita dari semua benang-benang itu sebenarnya hanya ada 2 kelompok, yaitu jalan taqwa dan jalan fasik (ASY SYAMS.8).

Kesimpulan : jalan yang di berikan kepada kita hanya ada 2 (dua) kelompok :
1. jalan TAQWA.
2. jalan FASIK.

dari uraian diatas kita akan dapatkan :

Keterangan table :
1. koordinat (1.1) SHOLEH : manusia yang menempuh jalan taqwa dengan perbuatan yang diajarkan ALLAH. Contoh : orang sholat, orang berpuasa, menegakkan syariah dengan berjihad, dll.
2. koordinat (1.2) DHOLIM : manusia menempuh jalan fasik menggunakan ajaran dari ALLAH. Contoh : sholat kerena ingin sakti, dzikir ingin kaya minta kepada Nyi RORO KIDUL, menegakkan DEMOKRASI melalui partai orang muslim fatwa di khotbah jum’at, dll.
3. koordinat (2.1) DHOLIM : manusia menempuh jalan taqwa dengan perbuatan yang diajarkan syaitan. Contoh : menyembah ALLAH dengan mengedipkan mata, berideologi/berpolitik dengan faham demokrasi untuk memperjuangkan syariat Islam, dll.
4. koordinat (2.2) KAFIR : manusia menempuh jalan fasik dengan perbuatan yang diajarkan syaiton. Contoh : ingin kaya dengan minta kepada penguasa gunung kemukus denghan sayarat harus cara berzina dengan pelacur, memperjuangkan nasionalisme melalui partai dalam sistem demokrasi, dll.

Kesimpulan : manusia terbagi dalam 4(empat) kelompok yaitu :
1. orang sholeh.
2. orang dholim1.
3. kafir dholim 2.
4. kafir.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: