Gustrisehat’sWeblog

September 1, 2008

ASAL MULA PERBUATAN

Filed under: TAUHID — Gustri @ 4:37 pm
Tags:


By : GUSTRI SEHAT

ASAL USUL PERBUATAN MANUSIA.
ASAL USUL perbuatan manusia dalam Al Qur’an :

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama nama semuanya itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!” .”(Al Baqoroh 31).

NAMA-NAMA : yang diajarkan tersebut adalah nama nama yang tidak diketahui oleh para malaikat. Satu satunya penjelasan logis yang dapat diterima adalah nama-nama yang diajarkan ALLAH adalah nama nama perbuatan. Karena nama perbuatan perlu diwujudkan delam gerakan jasad. Itu juga menjadi sebab mengapa para Malaikat tidak mampu menyebut nama nama semuanya, sebab mereka tak memiliki jasad fisik. Sebelum penciptaan Adam Malaikat tidak pernah melihat gerakan gerakan fisik yang mampu diperagakan ADAM. Sebagian mungkin telah mereka ketahui semisal: sujud, rukuk, dan beberapa gerakan, namun mereka tidak tahu yang lainnya semisal : makan, bernafas, tertawa, dll.

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Baqoroh 32).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa malaikat tidak mapu menyebut nama-nama perbuatan yang diperagakan Adam secara keseluruhan. Karena nama nama tersebut bukan nama nama benda . Alasan pertama …fil ardhi sudah diciptakan sebelum penciptaan ADAM, kedua malaikat adalah makluk berakal jadi mereka tentu bisa menyebut nama nama benda yang ada di alam (fil Ardhi). Kedua alas an tersebut yang memberitahu kita bahwa yang tidak diketahui oleh malaikat adalah aktivitas fisik.
Nama perbuatan itu meliputi. contoh :
• Jika Adam duduk dengan fisik, perbuatan itu di-NAMA-kan duduk
• Jika Adam merangkak dengan fisik, perbuatan itu di-nama-kan MERANGKAK
• Jika Adam Berdiri dengan fisik, perbuatan itu di-nama-kan BERDIRI.
• Dst.
Dalam makna yang lebih luas ALLAH mengajarkan aktivitas kepada ADAM.

Maka pengertian “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama,… .”(Al Baqoroh 31). “ adalah ALLAH mengajar nama-nama (gerakan/aktivitas(perbuatan)).

Pada masa awal setelah penciptaan, ADAM dan HAWA hanya mengenal perbuatan baik saja, sesuai yang diajarkan ALLAH kepadanya (hanya mengenal perbuatan yang diajarka ALLAH), dan mereka telah menyatakan( merealisasikan) kemampuannya/melakukan perbuatan itu (seperti yang diajarkan ALLAH) didepan para malaikat. Mereka belum mengenal nama/perbuatan yang menyalahi perintah ALLAH. Begitulah keadaan mereka pada mulanya.

CATATAN : Bukan berarti Adam dan Hawa tidak mampu melakukan perbuatan yang menyalahi perintah ALLAH. Beliau berdua mampu melakukan tapi ALLAH tidak mengajarkan hal itu. (punya potensi taqwa dan fasik, tapi sebatas potensi).

Asy Syams 8. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

AL BALAD 10. Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan
Jadi pada jiwa manusia diilhamkan dua jalan fasik dan taqwa itu udah jelas dari kedua ayat tersebut diatas. Namun hanya sebatas potensi.

Kejadian seterusnya adalah :

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.(Al Baqoroh 34)
Singkatnya Iblis dikutuk ALLAH, karena kesombongannya menolak perintah ALLAH untuk bersujud kepada ADAM AS. Dia menjadi makluk yang pertama-tama kafir. Itulah hukuman dari ALLAH atas pembangkangan IBLIS.
Sebagai balas dendam atas semua yang diterima akibat pembangkangan terhadap ALLAH maka Iblis berjanji akan memalingkan manusia dari jalan ALLAH (dengan mengajarkan nama nama yang menyalahi perintah ALLAH.

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah perbuatan yang tidak kamu ketahui (tidak ada hujjah dari ALLAH) (QS.Al-Baqoroh.169).

Mulailah Iblis yang terkutuk berusaha mengajarkan nama-nama perbuatan-perbuatan yang menyalahi ajaran ALLAH, atau nama nama yang tidak ada hujjah-nya dari ALLAH. Dan usaha ini akhirnya berhasil.

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”(Al Baqoroh 36).
…dikeluarkan dari keadaan semula..penjelasannya :
• keadaan semula, tidak mengenal pekerjaan yang menyalahi/menyimpang dari ajaran ALLAH, walaupun berpotensi.
• Dikeluarkan, keluar dari keadaan diatas. Setelah mengenal pekerjaan yang menyalahi perintah ALLAH, keadaanya tidak seperti semula, mulai mengenal nama nama yang menyimpang dari nama nama yang diajarkan ALLAH.terjadi kompromi antara Iblis dan ADAM, Iblis membisikan kemudian ADAM mewujudkan dalam perbuatan.

Kesalahan yang pertama dilakukan manusia. Setelah dengan satu kata Iblis membangkang maka Iblis termasuk golongan Kafir, maka manusia kompromi dengan satu perbuatan dengan Iblis jadilah manusia sebagai makluk yang terusir dari Jannah.
“Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”(Al Baqoroh 36).

KHATIMAH :
1. Menolak satu dan Cuma satu perintah Iblis menjadi Kafir.
2. Melanggar satu larangan Adam dan Hawa keluar dari Jannah.
Satu saja kita menyimpang dari ajaran ALLAH, ingatlah kisah tersebut diatas. Tentang Iblis terkutuk dan Adam terusir.

Kesimpulan : Yang mengajarkan semua aktivitas manusia hanya ada dua sumber yaitu ALLAH untuk hal-hal yang HAQ, dan Iblis untuk hal hal yang BATHIL. Dan antara Iblis dan ALLAH tidak ada persekutuan satupun. Keduanya berbeda INFINITE. Tidak pernah ada titik temu.

Maka cerita tersebut juga menjadi peringatan bagi kaum muslim tapi menganut ajaran SEKULER, atau muslim tapi menganut DEMOKRASI, NASIONALIS, atau muslim TASAWUF, atau muslim muslim yang lain “ BAHWA TIDAK ADA KOMPROMI DALAM HAL APAPUN ANTARA ALLAH DAN IBLIS”. Karena itu janganlah mencampurkan ajaran ALLAH dan IBLIS, atau mencari jalan tengahnya. Barang siapa berbuat demikian, merekalah KAFIR sebenarnya. (An NISAA 150-151)
Wallahualam .

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: