Gustrisehat’sWeblog

Desember 11, 2008

Kholifah sebelum Adam

Filed under: Artikel,Kisah-kisah — Gustri @ 11:16 am
Tags:

Al Baqoroh.30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Ini adalah pertanyaan (pernyataan keberatan) yang diajukan para malaikat kepada Allah SWT:

“Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”

Para Ahli Tafsir dalam menyimpulkan kandungan nilai ayat tersebut terbagi menjadi dua kelompok pendapat :


Kelompok pertama : Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam. Mereka meyakini ada suatu generasi makhluk sebagai kholifah yang mendiami bumi, konon kabarnya Adam adalah nenek moyang dari Kholifah yang ke seribu-kalinya. Jika setiap kholifah memiliki nenek moyang maka sebelum Adam yang menurunkan kita sudah pernah ada Adam yang lain yang menurunkan Kholifah sebagai penghuni bumi.


Kelompok kedua : Hanya ada satu Kholifah di muka bumi yaitu Adam dan keturunannya. Pertanyaan yang diajukan Malaikat (dlm Al Baqoroh 30) berdasar atas Ilmu (takwil semata) oleh para Malaikat.

Kita Analisa “pendapat yang diyakini” kelompok pertama.

Pertama kita setujui dulu Asumsi kelompok ini.

Ada Kholifah dimuka bumi sebelum Adam (Adam yang menurunkan kita). Tidak soal apakah mereka ini makhluk berupa manusia atau berupa makhluk yang selainnya manusia, tapi mereka memiliki tugas yang sama dengan manusia yaitu sebagai “Kholifah” dan mendiami bumi.

Dari persamaan tugas antara manusia dan makhluk sebelumnya yaitu sebagai kholifah, maka dapat ditarik kesimpulan antara lain :

  1. mereka berjasad sama halnya dengan manusia, bisa menumpahkan darah.
  2. mereka memiliki hawa nafsu seperti manusia, penyebab pertumpahan darah.
  3. Ada makhluk “the OPOSITTE” lawan atau penggoda seperti halnya fungsi Iblis bagi manusia, yaitu sebagai penggoda manusia.
  4. Baik Makhluk sebelum Adam maupun setelah Adam semuanya di-“urusi” oleh sekelompok Malaikat yang sama, dan ini yang menjadikan sebab mengapa malaikat mengajukan pertanyaan dalam ayat tsb diatas : “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah,”.
  5. Punya nenek moyang tersendiri, bukan Adam. Adam adalah nenek moyangnya manusia sekarang (termasuk kita).

Point-point diatas adalah kesimpulan logis dan setidaknya itulah hal-hal yang diyakini oleh para pendukung teori kelompok satu (“Ada Kholifah sebelum Adam”) dsesuai dengan alur logika kelompok ini.

Jadi ada dua nenek moyang :

PREMIS PERTAMA : Untuk nenek moyang kholifah pertama, bukanlah Adam Bapak kita. Tapi ada Adam yang lain lagi yang menjadi bapak dari kholifah pertama ini. Sebut saja sebagai Adam-pertama (sebagai permisalan). Mereka juga memiki makhluk penggoda, kita misalkan saja sebagai Iblis-pertama.

PREMIS KEDUA : Untuk nenek moyang kita bernama Adam (sebut Adam-kedua). Adam kedua inilah yang menurunkan kita, dalam Al Qur’an Allah sering menyebut kita Anak-anak Adam. Dan Iblis adalah Makhluk penggoda dari Adam tersebut. Kiita sebut saja Iblis ini sebagai Ibllis kedua. Karena dia menggoda Bapak kita Yaitu Adam kedua.

Jadi ada dua pasang Adam-Iblis yaitu:

  1. Adam pertama dengan Iblis pertama.
  2. Adam kedua dengan Iblis kedua.

Metode pembuktian :

Kita buktikan apakah yang diceritakan dalam Al Qur’an khususnya tentang Adam-Iblis, bersesuaian dengan Adam-Iblis pertama ataukah Adam-Iblis kedua.

Untuk Iblis yang diceritakan dalam Qur’an kita sebut “Iblis Q”.

Al Baqoroh 34. maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur

Al A’raaf: 12. …“Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Dasar atau pemicu penolakan Iblis Q adalah karena Ia (Iblis Q) diciptakan dari Api.dan kesombongan yang muncul dalam hatinya Iblis Q, sebagai pangkal pembangkangan. Asal bahan penciptaan yang menjadi Argumen yang diajukan kepada Allah. Ini adalah keterangan yang diiberikan Allah pada kita melalui Qur’an. Allah Maha Teliti, Maha Tepat Dengan memegang teguh prinsip ini maka apa yang tertera dalam Qur’an pasti sesuai dengan kondisi sebenarnya. Qur’an adalah keterangan yang diturunkan sebagai petunjuk atas “OTOIRITAS” yang Maha Benar.

Allah Maha Mengetahui semua Ilmu yang ada pada diri si Iblis Q. Iblis Q bisa saja berbohong, tapi Allah tetap mengetahui rahasia yang disimpan makhluknya baik didzahir-kan maupun disembunyikan. Sedang apa yang disampaikan Allah pada kita melalui Al Qur’an, itulah kondisi yang sebenarnya.

Berpendapat bahwa apa yang disampaikan Allah dalam Qur’an sebagai pengkabaran yang belum sempurna atau tidak sesuai dengan kenyataan sama dengan ber-su’udzon, kepada Allah. Naudzuu billahi mindzolik.

Apa yang disampaikan Allah dala Qur’an pasti sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Keadaan “Iblis Q” tidak sesuai dengan keadaan “Iblis kedua” :

Alasan : Jika Iblis Q ini adalah Iblis kedua maka yang menjadi pemicu kesombongannya adalah “ajaran yang didapat dari moyangnya Iblis kedua dalam hal ini Iblis pertama. Karena Iblis kekal sampai hari kiamat, maka Iblis pertama maupun Iblis kedua “saling mengenal”.

Ilmu membangkang dari bangsa Jin sudah dilakukan oleh Iblis pertama terlebih dulu sebelum Iblis kedua melakukanya. ilmu membangkang yang dimilki oleh Iblis kedua berasal dari pendahulunya (Iblis pertama).

Alasan yang benar bagi Iblis kedua saat menolak sujud akan lebih tepat seperti ini : ‘saya mendapati moyangku berbuat demikian…”.ini keadaan yang ada pada diri Iblis kedua. Ibllis kedua mendapakan ilmu membangkang dari Iblis pertama.

Karena Allah Maha Benar, Maha terperinci, kabar yang disampaikan Allah melalui Qur’an berbunyi : “Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.”

Alasan ini sangat bersesuaian untuk Iblis pertama. Amat sangat bersesuaian dengan keadaan yang ada pada diri Iblis pertama. Alasan pembangkangan yang dikemukakan Iblis Q adalah asal bahan penciptaan. Engkau ciptakan “aku dari api”. Ini menunjukkan bahwa penolakan Iblis Q adalah penolakan yang pertama diantara bansa JIN. Maka Iblis Q (yang diceritakan dalam Qur’an adalah sesuai untuk Iblis pertama), “tidak sesuai dengan keadaan Iblis kedua.”

Iblis Q : Iblis yang diceritakan dalam Qur’an adalah Iblis pertama, maka Adam yang diceritakan Qur’an adalah Adam pertama.

Qur’an menyebutkan bahwa Allah menyebut kita anak Adam dalam hal ini yang dimaksud adalah Adam pertama.

Al A’raaf : 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

35. Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Al Maa’idah 27. Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!.” Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa.”

Berarti kita ini keturunan Adam pertama, dan kita ini adalah Kholifah pertama yang berdiam dimuka bumi.

Premis diawal menyebutkan ada Adam sebelum Adam, dan kita adalah keturunan Adam kedua. Kesimpulan Akhir-mya: Adam pertama itulah yang menurunkan kita sekarang ini, dan ini kongruen (sama dan sebangun) dengan Adam kedua. Dengan kata lain hanya ada satu Adam.

Hanya SATU ADAM, SATU KHOLIFAH (yang mendiami bumi), SATU IBLIS (penggoda). Berarti tidak ada kehidupan makhkluk berakal dan berjasad yang menjadi kholifah di muka bumi sebelum ADAM.

Walllahu ‘alam bhishowab.

(GUSTRI SEHAT)

Desember 8, 2008

Omar Al Moktar : The Lion of The Desert

Filed under: Kisah-kisah — Gustri @ 10:20 am
Tags:

Dikutip dari swaramuslim.com

Lelaki renta itu melangkah menuju tiang gantungan. Kedua tangannya terbelenggu
namun matanya masih tetap berbinar. Raut mukanya tak menampakkan rasa
takut sedikit pun. Ia begitu gagah walaupun maut tengah merambat
mendekatinya.

Suasana sendu justru menyergap orang-orang di
sekelilingnya. Mereka menatap lelaki berusia 80 tahun itu, dengan wajah
muram. Air mata tak dapat mereka bendung pula. Bahkan beberapa saat
kemudian, jerit tangis bersahutan.

Tatkala
mereka melihat lingkaran tali tiang gantungan, menjerat leher pahlawan
mereka, Omar Al-Mokhtar. Singa Padang Pasir itu, berpulang ke
Rahmatullah, pada 16 September 1931 di Kota Solouq. Usai sudah
perjuangannya melawan penjajahan Italia.

Omar Al-Mokhtar memang dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap penjajahan Italia bagi rakyat Libya.
Sejak Italia mulai menancapkan cengkeramannya di negeri tersebut pada
Oktober 1911. Ia telah menjadi pionir untuk menyalakan bara perjuangan
rakyat Libya

Syahid di Tiang Gantungan
Gelora
perjuangannya juga merambat kepada rakyat Libya lainnya, dan melahirkan
para mujahid seperti Ramadan As-Swaihli, Mohammad Farhat Az-Zawi,
Al-Fadeel Bo-Omar, Solaiman Al-Barouni dan Silima An-Nailiah.

Usaha Italia menguasai Libya, dilakukan dengan menyerang dan menguasai kota-kota pantai seperti Tripoli, Benghazi,
Misrata dan Derna secara beruntun. Meski demikian, Omar kerap menjadi
batu sandungan mereka. Ia mampu membangkitkan semangat perjuangan
rakyat Libya.

Perlawanan mereka telah menciptakan sejumlah pertempuran hebat.
Misalnya pertempuran yang terjadi di Al-Hani dekat Tripoli pada 23
Oktober 1911, Ar-Rmaila dekat Misrata, Al-Fwaihat dekat Benghazi pada
Maret 1912 dan Wadi Ash-Shwaer dekat Derna.

Bahkan tak jarang perjuangan rakyat Libya
menuai hasil gemilang. Kala itu, mereka terlibat dalam pertempuran
besar di Al-Gherthabiya, dekat Sirt pada April 1915. Italia kehilangan
ribuan serdadu. Pertempuran semacam ini sering terjadi, membuat Italia
harus melalui tahun demi tahun untuk menguasai negeri ini.

Meski pada akhirnya, wilayah-wilayah yang dipertahankan oleh para
mujahidin jatuh pula ke tangan penjajah. Jatuhnya wilayah demi wilayah
membuat para pejuang meninggalkan rumahnya dan menuju ke pegunungan.
Mereka tak berdiam diri, namun merencanakan beragam serangan lanjutan.

Pada 1922 Omar mengorganisir para mujahidin dan mengobarkan kembali
perlawanan terhadap pendudukan Italia atas negerinya. Ia mengumpulkan
kembali mujahidin di The Green Mountain (Aj-Jabal Al-Akdar), bagian
Tenggara Libya. Hal itu terjadi setelah Perang Dunia I ketika Italia berpikir telah mampu meredam sepenuhnya perlawanan rakyat Libya.

Perlawanan yang kembali mencuat membuat otoritas Italia merasakan
bahaya yang mengancam. Mereka tak mau membiarkan perlawanan semakin
merajalela. Lalu pemerintah pusat Italia Badolio yang terkenal haus
darah untuk meredam bara perlawanan tersebut.

Ia tak hanya
mendapatkan tugas memimpin pertempuran untuk menumpas Omar Al-Mokhtar
dan pasukannya. Bahkan ia pun diizinkan untuk membunuh rakyat jelata
yang hidup tenang baik di desa maupun pegunungan hanya karena di anggap
membantu para mujahidin.

Beberapa saat kemudian, sang
diktator, Musolini, juga mengirimkan komandan yang berperilaku seperti
Badolio. Ia mengemban tugas yang sama untuk mengenyahkan nyawa-nyawa
orang yang tak berdosa dan tak lupa menumpas gerakan mujahidin.

Dan Musolini berpikir bahwa untuk menyelesaikan masalah Libya
secara tuntas adalah Rodolfo Grasiani. Bahkan kepada kabinetnya
Musolini menyatakan kedatangan Grasiani kelak membuat suasana di Libya dapat terkontrol sepenuhnya.

Kala itu, Grasiani setuju pergi ke Libya dengan catatan tak ada aturan yang dapat membelenggunya dalam melakukan berbagai tindakan di Libya. Bahkan peraturan internasional sekalipun. Sebelum ditugaskan ke Libya, ia pergi ke Morj, Switzerland untuk merencanakan serangan terhadap Libya.

Rancangan Grasiani tentu saja disetujui sepenunya oleh Musolini.
Pasalnya, ia berpegang pada prinsip ”jika tak bersamaku maka kalian
adalah lawanku”. Dengan demikian untuk menguasai Libya segala cara harus dihalalkan tak peduli akan mengorbankan banyak jiwa yang tak berdosa.

Rencana pertama Grasiani adalah mengisolir Libya
serta mencegah adanya kontak baik langsung maupun tak langsung dengan
mujahidin dan negara tetangganya yang memasok senjata dan informasi
kepada para pejuang Libya.
Ia membangun kawat berduri sepanjang 300 km, tinggi 2 meter dan lebar 3
meter dari pelabuhan Bardiyat Slaiman Libya Utara sampai Al-Jagboub
Libya Tenggara.

Rencana lainnya adalah membangun kamp konsentrasi di mana ribuan warga Libya
harus hidup dalam pengawasan angkatan perang Italia. Ia membangun kamp
konsentrasi di Al-Aghaila, Al-Maghroun, Solouq, dan Al-Abiyar.

Pada akhir November 1929 semua warga Libya yang hidup di tenda di
Al-Jabal Al-Akdar, Mortaf-Aat Al-Thahir dari Beneena Utara sampai
Ash-Shlaithemiya Selatan, dari Tawkera ke bagian selatan padang pasir
Balt Abdel-Hafeeth, digiring untuk hidup di kamp-kamp konsentrasi.

Kehidupan rakyat Libya di kamp sangat mengerikan. Bahkan ribuan warga Libya mati kelaparan. Tak jarang pula mereka mati karena ditembak atau digantung sebab diyakini membantu perjuangan para mujahidin.

Pada 1933, Ketua Departemen Kesehatan Angkatan Darat Italia, Dr Todesky
menuliskan dalam bukunya bertajuk Cerinaica Today. Dalam bukunya itu ia
menyebutkan bahwa dari Mei sampai September 1930, lebih dari 80 ribu
warga Libya dipaksa meninggalkan tanah kelahirannya dan hidup di kamp konsentrasi.

Iring-iringan warga Libya
yang berjumlah 300 orang sekali jalan, mendapat kawalah ketat dari
militer Italia. Todesky melanjutkan bahwa pada akhir 1930 semua warga Libya yang hidup di tenda-tenda dipaksa untuk hidup di kamp konsentrasi. Sebanyak 55 persen dari 80 ribu warga Libya meninggal di kamp konsentrasi tersebut.

Seorang sejarawan Libya, Mahmoud Ali At-Taeb menyatakan bahwa pada
November 1930 paling tidak terdapat 17 pemakaman dalam sehari terjadi
di kamp konsetrasi akibat kelaparan, penyakit, dan depresi.

Di
luar kamp konsentrasi, mujahidin yang bertahan di daerah pegunungan
terus berjuang melawan penjajahan Italia. Namun pada 1931 mujahidin
kehabisan bahan pangan dan amunisi. Pimpinan mujahidin, Omar
Al-Mokhtar, sakit-sakitan dan banyak mujadihin memintanya untuk
berhenti dan meninggalkan negeri tersebut. Namun ia menolak tawaran
tersebut dan tetap mengobarkan perjuangan.

Atas kegigihannya
melawan penjajahan Italia tak heran jika ia dijuluki sebagai ‘Singa
Padang Pasir’. Meski akhirnya, usia senja tak mampu membuatnya bertahan
untuk memanggul senjata. Ia ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung.
Eksekusi tetap dilakukan tanpa mempertimbangkan kerentaan Omar
Al-Mokhtar dan hukum internasional.

Semakin redupnya bara perlawanan, membuat Italia akhirnya dapat menguasai Libya setelah melakukan pertempuran selama 20 tahun. Meski Italia hanya mampu berkuasa di sana hingga 1943 akibat kekalahannya di Perang Dunia II. Libya kemudian berada di bawah kekuasaan pasukan sekutu hingga 24 Desember 1951. ferry kisihandi/berbagai sumber (RioL)


Omar Al-Mokhtar


On 16 September 1931 the Italians hanged the Libyan fighter [Mojahid] Omar Al-Mokhtar. Omar al-Mokhtar is considered the great symbol for the Libyan
resistance (Jihad) against the Italian occupation. In 1922 he
reorganized the Mojahideen and re-ignited the resistance against Italy after World War I
when
the Italians thought that they succeeded in silencing the Libyan
resistance. Omar Al-Mokhtar, was ill couple of times and many of his
comrades asked him to retire and leave the country, he was 80 years
old. But he refused and kept fighting and he deserved a name given to
him as “The Lion of the Desert.” On 16 September, 1931 the Italians
hanged Omar Al-Mokhtar in the city of Solouq
and they forced the Libyans to watch their hero been hanged. No
consideration to Omar Al-Mokhtar’s old age, no consideration to
international law and no consideration to world war treaties

The Italian Occupation and the Libyan Resistance


In October 1911 the Italian fleet invaded Libya
and the Libyans resisted the invaders with whatever little weapons they
could get. The Italians first concentrated their attack on the coast
cities, Tripoli, Benghazi, Misrata and Derna. Major battles took place in Al-Hani near Tripoli (October 23, 1911) , Ar-Rmaila near Misrata, Al-Fwaihat near Benghazi
(March 1912) and Wadi Ash-Shwaer near Derna. Other battles took place
on the coast and in other cities, villages, mountains and desert. One
of the major battles was Al-Gherthabiya near Sirt (April 1915) where
the Italians lost thousands of their soldiers. Although the Italians
succeeded in controling most of Libya
after years of resistance and struggle (Jihad), they could not control
the whole country because the Libyan fighters (Mojahideen) left their
homes and headed for the mountains where they planned their attacks
against the Italian armies. Some of the major Libyan fighters
(Mojahideen) against the Italians were Omar Al-Moktar [see photo on the
right] , Ramadan As-Swaihli, Mohammad Farhat Az-Zawi, Al-Fadeel
Bo-Omar, Solaiman Al-Barouni and Silima An-Nailiah to name a few. Omar
Al-Moktar is considered the great symbol for the Libyan resistance
(Jihad) against the Italian occupation. He reorganized the Mojahideen
in The Green Mountain (Aj-Jabal Al-Akdar) North East Libya and he
re-ignited the resistance against Italy after World War I when the Italians thought that they succeeded in silencing the Libyan resistance.

Feeling that they may lose Libya
to the Mojahideen, the Italian authorities sent one of their bloodiest
high ranking officers Badolio who used the most inhuman measures to end
the resistance. He did not just lead the fight against Omar Al-Moktar
and his comrades, but he also punished even those who were living
peacefully in the cities and villages accusing them of helping the
Mojahideen. Badolio was not the only one whome the Italian government
thought able to end the Libyan resistance through using the most
inhumane and blodiest measures. Mosoliny, the infamous Italian
dictator, sent another high ranking officer to kill thousands and
thousands of inocent Libyans, young and old. fighters and non-fighters.
Mosolini thought that the solution to the Libyan problem was Rodolfo
Grasiani and by sending him to lead the fight against the Libyans he
was telling his cabinet that anything and everything must be done to
control Libya.

Grasiani agreed to go to Libya if and only if Mosolini let him do the job without any consideration or respect for rules and laws in Italy
or in the World and Mosolini agreed immediately. Before coming to
Libya, Grasiani went to Morj, Switzerland where he enjoyed a vacation
in which he planned his murderous attack on the Libyans, all Libyans
according to Mosoliny’s Motto “If you are not with me, you are against
me !” which means the only way to control the country is by killing
almost half of its population and the Italians did cause the death of
half of Libya’s men, women, elderly and childern, directly through
public hangings and shootings and indirectly (hunger, illness and
horror) for the sake of one thing: showing the world that they have the
power to invade and capture colonies just like the other powers in the
world. Grasiani’s plan was: First to isolate Libya
completely and prevent any direct or indirect contact between the
Mojahideen and their neighbours who supply the Libyan Mojahideen with
weapons and information. Grasiani built a wired wall 300 Kilometers
long, 2 meters high and 3 meters wide from Bardiyat Slaiman port North Libya
to Al-Jagboub South East Libya. The second part of the plan was to
built concentration camps where thousands of Libyans must live under
complete control of the Italian army. Grasiany built concentration
camps in: Al-Aghaila, Al-Maghroun, Solouq and Al-Abiyar to name a few.
By the end of November 1929 all Libyans who live in tents in Al-Jabal
Al-Akdar, Mortaf-Aat Al-Thahir from Beneena North to Ash-Shlaithemiya
South, from Tawkera to the southern desert of Balt Abdel-Hafeeth and
all the members of any tribe that has one or more of its sons fighting
with Mojahideen, all those and more, thousands and thousands of Libyans
were forced to leave their land and live in one of the concentration
camps mentioned above.

Life in the camps was miserable and
thousands of Libyans died of hunger, illness and some of them were
hanged or shot because they believed to be helping the Mojahideen. In
1933, the Italian Army Health Department Chairman, Dr. Todesky wrote in
his book (Cerinaica today): “From May 1930 to September 1930 more than
80,000 Libyans were forced to leave their land and live in
concentration camps, they were taken 300 at a time watched by soldiers
to make sure that the Libyans go directly to the concentration camps. ”
Dr. Todesky continued ” By the end of 1930 all Libyans who live in
tents were forced to go and live in the camps. 55% of the Libyans died
in the camps.” The Libyan historian Mahmoud Ali At-Taeb said in an
interview with the Libyan magazine Ash-Shoura (October 1979) that in
November 1930 there were at least seventeen funerals a day in the camps
due to hunger, illness and depression.

When some world newspapers talked about the inhumane life in the concentration camps in Libya,
the Italian army started giving the Libyans some dry parley (22
Kilo-grams per person per month !) which was too little to late.
Outside the camps, in the mountains, the Mojahideen continued to fight
the Italian occupation, but by the year 1931 the Mojahideen were out of
food, out of information and out of ammunitions. The leader of the
Mojahideen, Omar Al-Moktar, was ill couple of times and many of his
comrades asked him to retire and leave the country, he was 80 years
old. But he refused and kept fighting and he deserved a name given to
him as “The Lion of the Desert.” In September 16, 1931 the Italians
hanged Omar Al-Moktar in the city of Solouq
and they forced the Libyans to watch their hero been hanged. No
consideration to Omar Al-Moktar’s old age, no consideration to
international law and no consideration to world war treaties. But,
remember that the Italians caused the death of half of Libya’s
population and killing Omar Al-Moktar to the Italians was ending the
Libyan resistance which to them means finally taking control of the
country after 20 years of struggle. Libya was under the Italian occupation till 1943 when Italy was defeated in World War II and Libya became under the Allies Armies occupation till December 24, 1951 when Libya achieved its independance after years and years of occupation.

Desember 6, 2008

Mysteri Alien Terungkap

Filed under: Ilmu Pengetahuan — Gustri @ 5:19 am
Tags: ,

Dimana saja pembicaraan Alien saya selalu menemui kelucuan. Termasuk ketika posting di Multiply.com dengan judul “Alien (UFO) naik Haji”, saya terpingkal-pingkal membaca komentar komentar yang muncul.

Begini cara saya mengungkap ALIEN.

Cara pertama.

Dalil dasar mereka yang mempercayai Alien adalah pada kata “dabbah” di Asy Syuroo 29, dan An Nur 45. Kita hubungkan dengan Al Baqoroh ayat 30 s/d 36 kisah penciptaan Adam.

Manusia adalah makhluk yang paling mulia derajatnya, terbukti Malikat dan Jin diperintahkan sujud kepada Adam. Malaikat dan Jin tidak diperintahkan sujud pada “dabbah”. Padahal pemikiran yang berkembang di masyarakat Alien (dabbah) adalah makhluk cerdas dengan pesawat super canggih, dengan tehnologi yang jauh melampaui manusia. Kalau pemikiran ini benar seharusnya, jin, dan malaikat pasti diperintahkan sujud pada “dabbah” bukan sujud pada manusia. Faktanya Al Qur’an menyebutkan Malaikat dan Jin diperintahkan sujud pada Adam. Kesimpulan akhir yang logis adalah Untuk makhluk berjasad, manusia adalah satu-satunya makhluk berakal yang mencapai peradaban tertinggi, tidak ada peradaban makhluk berjasad lain yang mampu melampaui peradaban yang dapat dicapai manusia.

Bagaimana jika di Jaman Prasejarah peradaban manusia mencapai tingkat tinggi kemudian ada manusia yang hijrah di planet lain dan itulah “Alien”.

Qur’an Al A’Raf ayat 25 ;

Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” Tidak ada manusia hidup dan mati di luar bumi/diluar angkasa.

Cara Kedua.

Tarohlah Alien Mahkluk cerdas dari luar angkasa, dengan pesawat super canggihnya itu benar-benar ada, maka ada kesimpulan awal yang bisa diambil yaitu :

  1. Mereka berbudaya, cerdas, memiliki peradaban tinggi,
  2. Mereka berjasad bukan ghoib.

Dari dua kesimpulan diatas mereka (para Alien) terkena kewajiban menjalankan syariah Islam, Sholat Zakat, Haji, dan lainnya. Karena syarat menjalankan syariat contohnya “rukun Islam” adalah :

  1. Berbadan sehat
  2. berakal sehat
  3. dan lain-lain (tidak dibahas)

Berbeda dengan makhluk air, gajah, onta, tanaman dll. Walaupun berbadan sehat, tapi tidak berakal (tidak terkena kewajiban menjalankan syariah), sedang Alien dalam pemikiran yang berkembang adalah “makhluk cerdas, berbudaya tinggi, tenologi canggih”, maka mereka terkena kewajiban menjalani syariah islam, salah satunya Rukun Islam, atau wajib haji jika mampu sebagai contoh. Faktanya tidak ada alien naik haji.

Kesimpulan akhir tidak ada Alien. Yang ada “dabbah” makhluk tanpa peradaban.



Komentar pada tulisan “ALIEN (UFO) NAIK HAJI” yang membuat ana terpingkal-pingkal :

thefounder wrote today at 2:41 AM

apakah tanaman harus bisa baca AL-QURAN?
apakah tanaman / hewan harus naik HAJI?
hmm..

hassansiregar wrote today at 7:29 AM

thefounder said

apakah tanaman harus bisa baca AL-QURAN?
apakah tanaman / hewan harus naik HAJI?
hmm..

anda tentu tahu jawabannya, gak usah bertanya….nanti jadi gila sendiri hehehe

abiaqila wrote today at 3:05 AM

Kalau semua harus pergi haji,
lantas bagaimana dengan makhluk Allah yang ada di air?

brandorange wrote today at 4:43 AM

onta yg di arab jg ga pernah naek haji yahh…pdhal deket… hehe

satrioarismunandar wrote today at 7:32 AM

Apakah gajah juga wajib pergi haji? Bukankah Muhammad SAW adalah juga nabi bagi para gajah, semut, kucing, dan semua makhluk lain? Siapa yang pernah likat gajah pergi haji? Baik yang kontra maupun yang pro, tidak ada satu pun yang pernah melihat UFO. JAdi semua ini debat kusir saja….

aqse wrote today at 2:50 AM

dari namanye aje udehh UNIDENTIFIED … jadi kalo ade nyang bilang bahwe die ngeliat UFO, maka die termasuk org nyang nggak jelas … hi hi hi … mungkin aje nyang die liat itu kuntilanak bawe baskom lagi terbang ….

abiaqila wrote today at 3:10 AM

aqse said

dari namanye aje udehh UNIDENTIFIED … jadi kalo ade nyang bilang bahwe die ngeliat UFO, maka die termasuk org nyang nggak jelas … hi hi hi … mungkin aje nyang die liat itu kuntilanak bawe baskom lagi terbang ….

yang bisa terbang itu bukan kuntil anak, sebab anaknya belum ada sayapnye
mungkin kuntil emak kali ye…

satrioarismunandar wrote today at 12:51 PM

Cara berpikir Anda justru TIDAK LOGIS. Saya sengaja menyebut gajah, semut, dll karena saya melihat alur berpikir Anda ngaco, sehingga jawabannya saya ngawurkan sekalian.

Anda menulis:
Fakta: Tidak ada alien naik haji.
Kesimpulan: Alien itu tidak ada.

Saya juga bisa bilang:
Fakta: Tidak ada burung penguin naik haji.
Kesimpulan: Burung penguin tidak ada.

cahpamulang wrote today at 4:06 AM

walah lha kok malah jadi udur-uduran…
udah balik maning ke labtop saja lah



JUST FOR KIDDING . ini hanya bercanda….

Desember 5, 2008

ALIEN (UFO) NAIK HAJI

Filed under: Ilmu Pengetahuan — Gustri @ 9:59 am
Tags:

By: Gustri Sehat

“Lucu” ini sebuah pengalaman lucu, yang pernah saya alami. Ceritanya begini:

Kontradiksi mengenai UFO (Unindentified Flieng Object) “makhluk cerdas dari luar angakasa”, merupakan topik pembicaraan yang sangat menarik. Ada yang pro dan ada yang kontra.

Pihak yang pro mendasarkan argumentnya pada a.l :

ASY SYURAA 29. Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

AN NUR 45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tak kurang dari Dr. Quraysh Shihab dalam tafsir AL MISBAH dalam penerjemahan ayat-ayat tersebut mengakui keberadaan UFO. Dan saya belum menemukan ulama lain yang dipihak kontra. Hanya orang-orang tak dikenal yang menolak keberadaan UFO, itupun tanpa disertai dalil. Contoh komentar dari pihak yang kontra yang saya temukan di sebuah situs kaskus.com : “ Jika UFO memang ada, maka hancurlah pemahan orang Islam”, (dia tidak menjelaskan mengapa demikian. Banyak pihak yang menolak UFO tapi kebanyakan (mungkin saya belum tahu) tidak mempunyai dalil yang kuat.

Saya pernah menghadiri suatu pengajian di satu kantor pemerintahan, entah bagaimana awalnya selesai Ngaji tiba-tiba kami seru berbantahan mengenai UFO. Kitab Al Misbah menjadi Pedang tajam yang membabat semua argument dari pihak lawan. Ketika pihak yang kontra (tidak setuju keberadaan UFO) mulai terpojok, saya mengajukan sebuah pertanyaan pada pihak yang pro (setuju keberadaan UFO), dialognya begini:

Saya (Kontra) :

Ustadz Al Faatihah ayat dua maksudnya apa…?

Ustadz (Pro) :

(membaca ayatnya) berkata: Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta Alam. Tuhan dari seluruh Semesta alam itu hanya satu, Yaitu Allah, Tuhan para Jin, Para Malaikat, dll.

Saya :

Tuhannya batu-batu, pohon-pohon dan semua yang ada di alam…apa betul ustadz…?

Ustadz :

mengangguk.

Saya :

Kalau Al Anbiyaa ayat 107 maksudnya apa Ustadz…?

Ustadz :

membaca berikut menerjemahkan : Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai pembawa rahmat untuk seluruh alam.

Saya :

Apakah ke rasulan/kenabian Nabi Muhammad untuk seluruh alam dengan kata lain Muhammad nabinya manusia, nabinya para jin, nabinya seluruh alam yang RIIL, batu-batu, pohon pohon dsb.

Ustadz :

Beliau menjelaskan hal ini dengan panjang lebar.

Saya :

setelah ustadz selesai bicara saya bertanya: kalau UFO itu ada dan ada yang melihat berarti UFO makluk riil, berarti Nabinya Muhammad juga dong dari Al Anbiyaa 107. betul Ustadz…?

Ustadz :

Mendelik serius melihat kearah saya…maksud saudara…?

Saya :

Kalau UFO benar ada menurut Al Faatihah ayat 2 berarti Tuhannya UFO harus ALLOH juga, Nabinya harus Muhammad sesuai Al Anbiyaa 107, maka UFO harus bisa baca Qur’an…?

Ustadz :

orang-orang yang mendukung Ustadz salah satunya nyeletuk “ ya emang begitu kali..”

Saya :

Berart UFO juga wajib HAJI dong.., dan saya belum pernah mendengar/melihat UFO naik..haji…(Orang-orang yang kontra tersenyum senyum memandangi saya, sedang pihak yang pro pada terdiam). Bahwa menurut Asy Syuuroo 29, dan An Nur 45 hanya memberitahu Kita bahwa di planet selain bumi itu ada kehidupan, tapi tidak ada satu dalil Qur’an yang mengatakan kehidupan tersebut memiliki “PERADABAN”.

Selepasnya pengajian kawan-kawan saya pada bercanda sambil tertawa “ADA UFO NAIK HAJI”…

Saya hanya tersenyum.

November 22, 2008

Mistery Fir’aun terungkap

Filed under: Artikel,TAUHID — Gustri @ 11:42 am
Tags:

AN NAAZIAAT 24. (Seraya) berkata:”Akulah tuhanmu yang paling tinggi.”(ucapan Fir’aun)

Ayat tersebut menegaskan serangkaian akumulasi perbuatan Fir’aun. Jadi bukan sekedar ucapan saja, tapi ada perbuatan-perbuatan sebelumnya yang mengiringi dan puncaknya adalah ketika ia mengucapkan kata seperti tersebut di atas.

Lantas apa sebenarnya perbuatan Fir’aun ?

Apakah firaun mengaku sebagai YANG MAHAKUASA ?….tidak !
lihat…! ASY-SYU’AARA 34. Fir’aun berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,

Fir’aun perlu berunding ketika menemui kesulitan, ini membuktikan Fir’aun tidak mengaku sebagai YANG MAHAKUASA.

Apakah Fir’aun tidak mengakui Tuhan dan Nabi Musa ?……tidak juga.
AL A’ RAAF 134. Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) merekapun berkata: “Hai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhamnu dengan (perantaraan) kenabian yang diketahui Allah ada pada sisimu. Sesungguhnya jika kamu dapat menghilangkan azab itu dan pada kami, pasti kami akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.”

Terbukti Fir’aun mengakui Kenabian Nabi musa dan Mengakui bahwa yang mampu menghalau segala macam bencana hanyalah ALLAH.

Apakah Fir’aun mengaku berkuasa atas alam semesta ?….tidak juga.
AZ ZUKHRUF 51. Dan Fir’aun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata: “Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; maka apakah kamu tidak melihat(nya)?

Dia hanya berkuasa di Negeri Mesir. Ia tahu hal itu .

Apakah Fir’aun melarang Umat Islam (waktu itu) melaksanakan sholat…?…Sama sekali tidak.

Q.S.YUNUS: 80 s/d 87

Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.” Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan. Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan takut bahwa Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir’aun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri. Lalu mereka berkata: “Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir.” Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: “Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman.”

Jadi apa sebenarnya dosa yang paling besar dari Fir’aun?

Jawabnya :

Analisa berawaldari sini.

ASY-SYU’AARA 29. Fir’aun berkata: “Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan.

Kuncinya adlah pada kata “dipenjarakan”. Penjara di dunia manapun hanya diperuntukkan bagi pelanggar “hukum/aturan”.

Penyembahan kepada Fir’aun itu bukan penyembahan seperti sholat, sembahyang kepada Fir’aun, tapi ketaatan pada hukumnya Fir’aun itulah bentuk penyembahan yang dimaksud ayat tersebut.

Ayat dibawah ini akan memperjelas :

AL Mu’minuun 47. Dan mereka berkata: “Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang beribadah kepada kita?”

Dari ayat diatas menunjukkan, dosa Fir’aun yang utama adalah menyuruh manusia “Taat “kepada Hukum-Hukumnya!

AZ ZUKHRUF 54. Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya lalu mereka “taat” kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.

jadi ketaatan yang dimaksud Fir’aun adalah taat pada “hukum/aturan” yang ia buat.

Bagi Allah ini pelanggaran berat mengingat ayat tersebut dibawah ini.
AL AN’AAM 57. ….. Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.” INILAH PELANGGARAN BERAT YANG DILAKUKAN FIR’AUN.

Fir’aun tidak memaksa Bani israel Syirik dalam persujudan, karena sekembalinya Musa dari pelarian, Qur’an menyebutkan Musa diperbolehkan mengambil beberapa rumah de Mesir untuk beribadah”sujud” kepada ALLAH. Bukan persujudan(sholat) yang dihalangi oleh Fir’aun. Taat hukum selain hukumnya (Fir’aun), inilah yang dihalangi sekuat tenaganya.

Kondisi ini sama pércis dengan keadaan kita umat muslim di Indonesia saat ini. Tidak ada yang menghalangi kita sholat. Hanya kita diwajibkan taat pada HUKUM-HUKUM selain hukum ALLAH. Kita tidak bisa menjalankan hukum-hukum “hudut”, fardu-fardu kifayah dsb. Fir’aun-fir’aun keluar dari senayan dengan lantang berkata :

Barang siapa tidak tunduk pada hukum yang telah kami tetapkan (tap MPR/tap DPR.dsn berbgai perundangan) maka kamu akan menjadi salah seorang yang dipenjarakan.

PERCIS dengan ucapan Fir’aun sekian abad yang silam.

Al Miadaah 44 …barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Kafir

Al Maidaah 45……barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Dholim.

Al Miadaah 47 …barangsiapa tidak behukum pada apa yang diturunkan Allah maka dia Fasik

Fir’aun memaksa Bani Israel untuk syirik dalam ibadah “Ruku” yaitu ketaatan.

maka arti dari ucapan Fir’aun:” AKULAH TUHANMU YANG TERTINGGI” adalah HUKUMKU (Fir’aun) adalah HUKUM TERTINGGI DI NEGERI MESIR INI.

Kesimpulan :

  • Siapa saja yang membuat aturan Hidup untuk manusia maka dia telah berlaku seperti Fir’aun (kecuali sesuai syariat ISLAM).
  • Siapa saja yang taat pada aturan hidup selain yang diturunka ALLAH dia telah SYIRIK.
  • Mereka semua yang MPR/DPR dan berkata,” Tap MPR(HUKUM DPR/MPR) adalah hukum tertinggi, siapa yang melanggar maka akan menjadi salah seorang yang dipenjarakan ! PERSIS ucapan Fir’aun. Mereka semua Fir’aun bahkan kata2nyapun persis sama, perbuatannya juga sama. Ya itulah Fir’aun versi modern.
  • Umat Islam yang berTuhan ALLAH, tapi patuh dengan mereka, maka dia telah berbuat “SYIRIK” dalam ketaatan.
  • Umat Islam yang patuh pada Fir’aun “gaya baru”, sama dengan umat Fir’aun “gaya lama” adalah kaum musyrikun.

INGAT…!
AN NISAA 48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

ALLAH tidak mau disekutukan termasuk dalam perkara hukum ! baca ayat dibawah ini!

AL KAHFI 26. …… dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan hukum .”

Saudaraku lindungilah dirimu api neraka, jauhilah syirik ! sekecil apapun. Perangilah kemusyrikan diseputarmu ! Semampumu!
Minimal jangan ikut Musyrik! MANA yang anda takuti, ALLAH atau para Fir’aun ?
PERANGILAH ! dengan Lisan Maupun fisik ! Bagi kita hanya ada satu pilihan “MENENTANG”, segala hukum selain yang diturunkan ALLAH !

Semoga bermanfaat ! AMIIN!!!

Oktober 1, 2008

Kambing hitam dari kerusakan “AQIDAH”

Filed under: TAUHID — Gustri @ 10:51 am
Tags:

By: Gustri Sehat

Fenomena luar biasa dahsyat terjadi pada Umat MUSLIM, yaitu rusaknya AQIDAH mereka, dan yang lebih menakjubkan lagi rendahnya kesadaran untuk berusaha beraqidah dengan benar.

(more…)

Mei 19, 2009

Baca Qur’an

Filed under: TAUHID — Gustri @ 3:47 pm
Tags:
BACA QUR’AN DAN ARTINYA….!

Maret 27, 2009

Teka-Teki, "menjebol dinding beku bernama ‘IJMA"

Filed under: TAUHID — Gustri @ 8:46 pm

Arti Bai’at menurut Wikipedia:
1. Bai’at untuk memahami Islam dengan kefahaman yang sebenar. Andai tiada kefahaman terhadap Islam maka sesuatu pekerjaan itu bukanlah merupakan ‘amal’ untuk Islam atau amal menurut cara Islam. Sebagaimana ia juga bukan merupakan suatu perjalanan yang selari dengan Islam.
2. Bai’at merupakan keikhlasan. Tanpa keikhlasan amal itu tidak akan diterima oleh Allah dan perjalanannya juga pasti sahaja tidak betul di samping terkandung pelbagai penipuan di dalam suatu perkara yang diambil.
3. Merupakan bai’at untuk beramal yang ditentukan permulaannya dan jelas kesudahannya. Iaitu yang dimulakan dengan diri dan berkesudahan dengan dominasi Islam ke atas alam. Hal ini adalah kewajipan yang sering tidak disedari orang Islam masa kini.
4. Merupakan bai’at untuk berjihad. Jihad itu menurut kefahaman Islam adalah berupa penimbang kepada keimanan.
5. Merupakan perjanjian pengorbanan bagi memperolehi sesuatu (iaitu balasan syurga).
6. Merupakan ikrar untuk taat atau patuh mengikut peringkat dan keupayaan persediaan yang dimiliki.
7. Merupakan bai’at untuk cekal dan setia pada setiap masa dan keadaan.
8. Merupakan bai’at untuk tumpuan mutlak kepada dakwah ini dan mencurahkan keikhlasan terhadapnya sahaja.
9. Merupakan bai’at untuk mengikat persaudaraan (sebagai titik untuk bergerak).
10. Merupakan bai’at untuk mempercayai (thiqah) kepimpinan dan gerakan atau jemaah

Posting ini tidak menganjurkan untuk berbai’at pada pemimpin organisasi masing-masing, tapi posting ini dimaksudkan menganjurkan untuk membentuk jamaah yang mengamalkan amalan JAMA’I sesuai sunnah Rasul dalam rangka menegakkan Khilafah, dengan langkah sebagai berikut :

1. Dalam kondisi sekarang ini dimana tidak adanya Kholifah, langkah pertama bentuklah Jamaah Jihad, Amir yang kita bai’at adalah Amir Mujahid (Amirul Mujahidiin).

2. Setelah kita mebai’at Amir Mujahid, maka telah syah dan wajib secara syar’i untuk berjihad untuk merebut teritory, atau berhijrah mencari teritory dan kemudian menegakkan “Hududullah”.


3. Jika sudah memiliki territory (bisa menjalankan Hududulloh) maka jadilah sebuah Imaroh atau Emirat.


4. Dengan terbentuknya emirat-emirat ( Imaroh-Imaroh) di pelbagai belahan bumi, secara bersama sama baru kita bisa mebentuk Khilafah dengan mem-bai’at seorang Amirul Mukminin (Kholifah).

Ini lho langkah nyata bagi yang serius ingin menegakkan KHILAFAH ISLAMIYAH. Langkah demi langkah tidak menyalahi Qur’an dan Sunnah, justru mengamalkannya dengan semurni-murninya. Amalan Orisinil dari Qur’an dan Sunnah.

Teka-Teki-nya adalah sbb:

“Akan terjadi perselisihan setelah wafatnya seorang pemimpin, maka keluarlah seorang lelaki dari penduduk Madinah mencari perlindungan ke Mekkah, lalu datanglah kepada lelaki ini beberapa orang dari penduduk Mekkah, lalu mereka membai’at Imam Mahdi secara paksa, maka ia dibai’at di antara Rukun dengan Maqam Ibrahim (di depan Ka’bah). Kemudian diutuslah sepasukan manusia dari penduduk Syam, maka mereka dibenamkan di sebuah daerah bernama Al-Baida yang berada di antara Mekkah dan Madinah.” (HR Abu Dawud 3737)

Menurut hadits diatas :
1. Imam Mahdi dibai’at dulu di masa mendatangnya menjadi Kholifah
2. Menjadi Kholifah dulu di masa mendatangnya baru di Bai’at

MANA JAWABAN YANG BENAR…no.1 atau no.2…..?

Maret 26, 2009

Satu Jalan menuju Khilafah

Filed under: TAUHID — Gustri @ 1:10 am

JAMAAH,IMAMAH dan BAI’AT
Dalam Strategi menuju Khilafah, jamaah Imamah dan Bai’at ini menjadi elemen dasar yang paling esensial, syarat mutlak yang harus dipenuhi. Perjalanan Siroh Rasululloh mulai dari komunitas kecil, bai’at I (Aqobah I) , bai’at II, (Aqobah II), menunjukkan bahwa Manegemen Organisasi yang diterapkan Rasul adalah JAMAAH, IMAMAH, WAL BAI’AT.

Berbagai kalangan dan Jamaah Muslim yang ada, memerinci membuat perencanaan langkah-langkah strategis dalam penegakan Syariah, Menuju Khilafah, memang secara teoritis sangat bagus, sulit dibantah, namun karena tidak melibatkan konsep Jamaah imamah dan bai’at, saya ibaratkan seperti makhluk kehilangan Roh, ibarat elektronika tanpa listrik.

Selama Umat muslim terjebak dalam organisasi-organisasi apapun namanya dan tidak menerapkan konsep Jamaah Imamah dan Bai’at, maka pembicaraan tentang cita-cita mulia KHILAFAH, penegakan Syariah, hanyalah pepesan kosong, setara dengan obrolan diwarung kopi. (tidak sungguh-sungguh).

Apabila ternyata tidak ada jamaah muslimin yang menjalankan Jamaah Imamah dan Bai’at, keadaan demikian merupakan fitnah yang besar atas seluruh ummat Islam. Pada gilirannya akan membawa akibat yang lebih fatal, tidak terlaksananya Syariat Islam di dalam kehidupan mereka. Sementara mereka tetap takluk di bawah genggaman kekuasaan non Islami, lengkap dengan segala instrument hukum Jahiliyyah yang mereka restui. Disadari ataupun tidak, pada saat kekuasaan Islam tidak wujud, maka secara otomatis Ummat Islam terpaksa harus tunduk dan ikut andil di dalam mendukung dan menstabilkan kekuasaan Thaghut yang terang-terangan menolak Al Quran (Walaupun sebagian) dan Hadist sebagai sumber hukum Negara. Jama’atum muslimin yang dalam aktivitasnya tidak Ijtanibut Thaghut (ingkar kepada Thaghut) dan hukum-hukumnya, sudah pasti mereka orang-orang munafiq. Dalam hal ini, Allah menegaskan dengan firman-Nya:

“Apabila dikatakan kepada merka:”Marilah kamu tunduk kepada hukum Allah yang telah diturunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia dengan sekuat-kuatnya dari mendekati kamu”. ( QS.4:60 )

Kemudian dalam ayat yang lain Allah Swt, berfirman:
“Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat untuk menyerukan,”Sembahlah Allah saja dan jauhilah Thaghut”, maka diantara ummat itu ada yang diberi petunjuk dan ada pula di antaranya yang telah pasti kesesatan baginya”. (QS.16:36 )

Bahaya terbesar yang akan terjadi manakala kaum muslimin mengakui kepemimpinan orang-orang kafir ( orang yang menolak hukum Allah secara kaffah ) atas diri mereka. Telah diinformasikan oleh Allah melalui Al Quran Surat

An-Nisa ayat 139:
“Khabarkan kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, yaitu orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu? Sesungguhnya tiada paling mengerikan melebihi adzab Allah Swt”.
Yang lebih berbahaya Lagi adalah berakibat batalnya keimanan seperti yang tercantum
An Nisa’ 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Menggagas cita-cita mulia penegakkan Syariah, atau Daulah Khilafah harus dirintis dari level yang paling bawah yaitu komunitas dengan managemen organisasi mengikuti konsep JAMAAH IMAMAH WAL BAI”AT.
Perjuangan menegakkan Syariah, dan Khilafah tanpa diawali Jamaah Imamah wal Bai’at, adalah Angin Sorga yang menipu,

Bagaimana bisa ada Pohon tanpa bibit….?

Maret 15, 2009

STRATEGI MENUJU KHILAFAH

Filed under: TAUHID — Gustri @ 1:45 pm
GUSTRI SEHAT


JAMAAH,IMAMAH dan BAI’AT

Dalam Strategi menuju Khilafah, jamaah Imamah dan Bai’at ini menjadi elemen dasar yang paling esensial, syarat mutlak yang harus dipenuhi. Perjalanan Siroh Rasululloh mulai dari komunitas kecil, bai’at I (Aqobah I) , bai’at II, (Aqobah II), menunjukkan bahwa Manegemen Organisasi yang diterapkan Rasul adalah JAMAAH, IMAMAH, WAL BAI’AT.

Berbagai kalangan dan Jamaah Muslim yang ada, memerinci membuat perencanaan langkah-langkah strategis dalam penegakan Syariah, Menuju Khilafah, memang secara teoritis sangat bagus, sulit dibantah, namun karena tidak melibatkan konsep Jamaah imamah dan bai’at, saya ibaratkan seperti makhluk kehilangan Roh, ibarat elektronika tanpa listrik.

Selama Umat muslim terjebak dalam organisasi apapun namanya dan tidak menerapkan konsep Jamaah Imamah dan Bai’at, maka pembicaraan tentang cita-cita mulia KHILAFAH, penegakan Syariah, hanyalah pepesan kosong, setara dengan obrolan diwarung kopi.

“Wajib atas kalian berjama’ah dan jauhilah perpecahan”. (HR. At-Tirmidzi dalam Jami’us Sahih Kitabul Fitan, juz 4 hal 465-466)

“Tetaplah engkau di dalam Jama’ah Musli-min dan Imam mereka.” (Shahih Bukhari, IV/225 dan Shahih Muslim II/134-135)

Tentang khusus tuntunan prakteknya, tidak akan dibahas di artikel ini.Silahkan Mencari di toko Buku yang terdekat, atau search dari Google.

Seorang Amir dalam konsep jamaah-imamah diangkat satu kali bukan secara periodik. Ia akan tetap menjadi Amir selama masih memiliki kemampuan dan tidak melanggar syariat,” ini salah satu ciri jamaah Imamah.


WAJIBNYA JAMAAH, IMAMAH WAL BAI’AT.

Al Quran maupun Hadist cukup banyak menerangkan hal tersebut, sehingga seluruh ulama dari zaman ke zaman secara ijmak menyepakati bahwa berjamaah itu wajib hukumnya.

Apabila kewajiban berjamaah ini telah difahami oleh kaum muslimin. maka kewajibannya adalah menemukan adanya jamaah muslimin itu, lalu mendaftarkan diri sebagai warganya atau ummatnya. Selanjutnya berjihad didalamnya dalam rangka melakukan taat kepada Allah Swt, taat kepada Rasul-nya, Ulil Amri dari orang-orang yang beriman, Sebagaimana difirmankan Allah di dalam

Surat An-Nisa Ayat 59 :

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-nya, dan kepada Ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasulnya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih bauk akibatnya”.

Allah Swt, telah mewajibkan orang-orang beriman untuk taat kepada Rasulnya dan Ulil Amri diantara mereka. Oleh karena itu, mereka yang benar-benar beriman, apabila ditanya, apakah dia sudah mempunyai Ulil Amri? Tidak mungkin akan menjawab: “Saya tidak memerlukan Ulil Amri”. Tidak mungkin dia berkata walau di dalam hati, “-Mengapa Allah memerintahkan kita mentaati sesuatu yang tidak ada?” Nah, Siapakah Ulil Amri anda? Jawabannya yang benar, tentu saja yang dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.


Wajibnya Bersatu dan Harammya Berpecah-Belah

Perintah berjamaah, dimaksudkan agar kaum muslimin tetap utuh dalam satu kesatuan ummah. Supaya terhindar dari kemungkinan timbulnya firqah-firqah yang akan memecah belah kesatuan ummat Islam, menghancurkan serta memporak-porandakan keutuhan jamaah. Karena sesungguhnya, setiap bentuk perpecahan di kalangan ummat Islam telah diancam oleh Allah, sebagaimana tertera di dalam Al Quran:

“…dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan meraka”. (QS.30:31-32)

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada apa yang telah mereka perbuat”. ( QS.6:159 )

Masih banyak ayat-ayat Al Quran yang mengharamkan berpecah dan berbantahan yang mengakibatkan hilangnya kekuatan. Menegakkan Dien Islam selamanya tidak akan sukses jika masih terdapat perpecahan di kalangan kaum muslimin. Selanjutnya silahkan baca Al Quran Surat 6 :46 dan 42:13.

Perpecahan yang diharamkan Allah dalam banyak ayat di atas, adalah perpecahan sebagai akibat dari banyaknya jamaah-jamaah minal muslimin yang masing-masing merasa benar dan bangga dengan golongannya dan terjebak dalam Jamaah Imamah ala Kaffir, tidak ada system Bai’at.

Apabila ternyata di antara jamaah muslimin tidak sanggup berbuat demikian, itu artinya belum lahir jamaah yang melingkupi keseluruhan kaum muslimin di muka bumi atau khususnya bumi persada ini. Dan keadaan demikian merupakan fitnah yang besar atas seluruh ummat Islam. Pada gilirannya akan membawa akibat yang lebih fatal, tidak terlaksananya Syariat Islam di dalam kehidupan mereka. Sementara mereka tetap takluk di bawah genggaman kekuasaan non Islami, lengkap dengan segala instrument hukum Jahiliyyah yang mereka restui. Disadari ataupun tidak, pada saat kekuasaan Islam tidak wujud, maka secara otomatis Ummat Islam terpaksa harus tunduk dan ikut andil di dalam mendukung dan menstabilkan kekuasaan THAGHUT yang terang-terangan menolak Al Quran (Walaupun sebagian) dan Hadist sebagai sumber hukum Negara. Jama’atum minal muslimin yang dalam aktivitasnya tidak Ijtanibut Thaghut (ingkar kepada Thaghut) dan hukum-hukumnya, sudah pasti mereka orang-orang munafiq. Dalam hal ini, Allah menegaskan dengan firman-Nya:

“Apabila dikatakan kepada merka:”Marilah kamu tunduk kepada hukum Allah yang telah diturunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia dengan sekuat-kuatnya dari mendekati kamu”. ( QS.4:60 )


Kemudian dalam ayat yang lain Allah Swt, berfirman:

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat untuk menyerukan,”Sembahlah Allah saja dan jauhilah Thaghut”, maka diantara ummat itu ada yang diberi petunjuk dan ada pula di antaranya yang telah pasti kesesatan baginya”. (QS.16:36 )

Bahaya terbesar yang akan terjadi manakala kaum muslimin mengakui kepemimpinan orang-orang kafir ( orang yang menolak hukum Allah secara kaffah ) atas diri mereka. Telah diinformasikan oleh Allah melalui Al Quran Surat

An-Nisa ayat 139:

“Khabarkan kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, yaitu orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu? Sesungguhnya tiada paling mengerikan melebihi adzab Allah Swt”.

Yang lebih berbahaya Lagi adalah berakibat batalnya keimanan seperti yang tercantum

An Nisa’ 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Pembeberan Fakta:

Mengapa Palestina dari waktu ke waktu wilayahnya makin sempit…?

Mengapa Taliban makin hari makin berjaya…?

Mengapa Al Qoida lebih ditakuti daripada golongan muslim yang lain…?

Mengapa….?

Itulah kehebatannya Jamaah Imamah wal Bai’at.

Seandinya saudara Muslim yang di Palestina mengamalkan Sunnah Rasul ini, tidak disangsikan Yahudi bakal Takluk.

Seandainya Taliban tidak menggunakan Kaonsep Jamaah Imamah wal Bai’at, sudah dari dulu mereka habis.

Seandainya Al Qoida tidak menerapkan Jamaah Imamah wal Bai’at, tidak akan “menggentarkan” kaum KAffIR.

Tahukah Anda Abu Sayyaf itu hanya 200 Mujahid…?

Tahukah Anda Pattani itu hanya 390 jiwa (laki dan perempuan)…?

Tahukah anda perbandingan Taliban dengan organisasi anda…?

Tahukah anda berapa perkiraan jumlah anggauta Al Qoida menurut FBI…? Apakah Sampai 15,000….?

Tahukah anda jumlah Mujahid Somalia, Checnya….?

Anda tidak perlu menjawab karena saya hanya menunjukan pada anda hebatnya JAMAAH, IMAMAH WAL BAI’AT.

Mohon ma’af atas kurang dan lebihnya, kebenaran dari Allah, kesalahan dari Nafsu saya pribadi.

Wabillahi Taufik wal Hidayah, wassalamu’aalaikum warrahmatullahi wabarkatuh.

STRATEGI MENUJU KHILAFAH

Filed under: TAUHID — Gustri @ 1:21 pm

JAMAAH,IMAMAH dan BAI’AT

Dalam Strategi menuju Khilafah, jamaah Imamah dan Bai’at ini menjadi elemen dasar yang paling esensial, syarat mutlak yang harus dipenuhi. Perjalanan Siroh Rasululloh mulai dari komunitas kecil, bai’at I (Aqobah I) , bai’at II, (Aqobah II), menunjukkan bahwa Manegemen Organisasi yang diterapkan Rasul adalah JAMAAH, IMAMAH, WAL BAI’AT.

Berbagai kalangan dan Jamaah Muslim yang ada, memerinci membuat perencanaan langkah-langkah strategis dalam penegakan Syariah, Menuju Khilafah, memang secara teoritis sangat bagus, namun karena tidak melibatkan konsep Jamaah imamah dan bai’at, saya ibaratkan seperti makhluk kehilangan Roh, ibarat elektronika tanpa listrik.

Selama Umat muslim terjebak dalam organisasi apapun namanya dan tidak menerapkan konsep Jamaah Imamah dan Bai’at, maka pembicaraan tentang cita-cita mulia KHILAFAH, penegakan Syariah, hanyalah pepesan kosong, setara dengan obrolan diwarung kopi.

“Wajib atas kalian berjama’ah dan jauhilah perpecahan”. (HR. At-Tirmidzi dalam Jami’us Sahih Kitabul Fitan, juz 4 hal 465-466)

“Tetaplah engkau di dalam Jama’ah Musli-min dan Imam mereka.” (Shahih Bukhari, IV/225 dan Shahih Muslim II/134-135)

Tentang khusus tuntunan prakteknya, tidak akan dibahas di artikel ini.Silahkan Mencari di toko Buku yang terdekat, atau search dari Google.

Seorang Amir dalam konsep jamaah-imamah diangkat satu kali bukan secara periodik. Ia akan tetap menjadi Amir selama masih memiliki kemampuan dan tidak melanggar syariat,” ini salah satu ciri jamaah Imamah.


WAJIBNYA JAMAAH, IMAMAH WAL BAI’AT.

Al Quran maupun Hadist cukup banyak menerangkan hal tersebut, sehingga seluruh ulama dari zaman ke zaman secara ijmak menyepakati bahwa berjamaah itu wajib hukumnya.

Apabila kewajiban berjamaah ini telah difahami oleh kaum muslimin. maka kewajibannya adalah menemukan adanya jamaah muslimin itu, lalu mendaftarkan diri sebagai warganya atau ummatnya. Selanjutnya berjihad didalamnya dalam rangka melakukan taat kepada Allah Swt, taat kepada Rasul-nya, Ulil Amri dari orang-orang yang beriman, Sebagaimana difirmankan Allah di dalam

Surat An-Nisa Ayat 59 :

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-nya, dan kepada Ulil Amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasulnya (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama bagimu dan lebih bauk akibatnya”.

Allah Swt, telah mewajibkan orang-orang beriman untuk taat kepada Rasulnya dan Ulil Amri diantara mereka. Oleh karena itu, mereka yang benar-benar beriman, apabila ditanya, apakah dia sudah mempunyai Ulil Amri? Tidak mungkin akan menjawab: “Saya tidak memerlukan Ulil Amri”. Tidak mungkin dia berkata walau di dalam hati, “-Mengapa Allah memerintahkan kita mentaati sesuatu yang tidak ada?” Nah, Siapakah Ulil Amri anda? Jawabannya yang benar, tentu saja yang dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya.


Wajibnya Bersatu dan Harammya Berpecah-Belah

Perintah berjamaah, dimaksudkan agar kaum muslimin tetap utuh dalam satu kesatuan ummah. Supaya terhindar dari kemungkinan timbulnya firqah-firqah yang akan memecah belah kesatuan ummat Islam, menghancurkan serta memporak-porandakan keutuhan jamaah. Karena sesungguhnya, setiap bentuk perpecahan di kalangan ummat Islam telah diancam oleh Allah, sebagaimana tertera di dalam Al Quran:

“…dan janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan meraka”. (QS.30:31-32)

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada apa yang telah mereka perbuat”. ( QS.6:159 )

Masih banyak ayat-ayat Al Quran yang mengharamkan berpecah dan berbantahan yang mengakibatkan hilangnya kekuatan. Menegakkan Dien Islam selamanya tidak akan sukses jika masih terdapat perpecahan di kalangan kaum muslimin. Selanjutnya silahkan baca Al Quran Surat 6 :46 dan 42:13.

Perpecahan yang diharamkan Allah dalam banyak ayat di atas, adalah perpecahan sebagai akibat dari banyaknya jamaah-jamaah minal muslimin yang masing-masing merasa benar dan bangga dengan golongannya dan terjebak dalam Jamaah Imamah ala Kaffir, tidak ada system Bai’at.

Apabila ternyata di antara jamaah muslimin tidak sanggup berbuat demikian, itu artinya belum lahir jamaah yang melingkupi keseluruhan kaum muslimin di muka bumi atau khususnya bumi persada ini. Dan keadaan demikian merupakan fitnah yang besar atas seluruh ummat Islam. Pada gilirannya akan membawa akibat yang lebih fatal, tidak terlaksananya Syariat Islam di dalam kehidupan mereka. Sementara mereka tetap takluk di bawah genggaman kekuasaan non Islami, lengkap dengan segala instrument hukum Jahiliyyah yang mereka restui. Disadari ataupun tidak, pada saat kekuasaan Islam tidak wujud, maka secara otomatis Ummat Islam terpaksa harus tunduk dan ikut andil di dalam mendukung dan menstabilkan kekuasaan THAGHUT yang terang-terangan menolak Al Quran (Walaupun sebagian) dan Hadist sebagai sumber hukum Negara. Jama’atum minal muslimin yang dalam aktivitasnya tidak Ijtanibut Thaghut (ingkar kepada Thaghut) dan hukum-hukumnya, sudah pasti mereka orang-orang munafiq. Dalam hal ini, Allah menegaskan dengan firman-Nya:

“Apabila dikatakan kepada merka:”Marilah kamu tunduk kepada hukum Allah yang telah diturunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia dengan sekuat-kuatnya dari mendekati kamu”. ( QS.4:60 )


Kemudian dalam ayat yang lain Allah Swt, berfirman:

“Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap ummat untuk menyerukan,”Sembahlah Allah saja dan jauhilah Thaghut”, maka diantara ummat itu ada yang diberi petunjuk dan ada pula di antaranya yang telah pasti kesesatan baginya”. (QS.16:36 )

Bahaya terbesar yang akan terjadi manakala kaum muslimin mengakui kepemimpinan orang-orang kafir ( orang yang menolak hukum Allah secara kaffah ) atas diri mereka. Telah diinformasikan oleh Allah melalui Al Quran Surat

An-Nisa ayat 139:

“Khabarkan kepada orang-orang munafiq bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, yaitu orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu? Sesungguhnya tiada paling mengerikan melebihi adzab Allah Swt”.

Yang lebih berbahaya Lagi adalah berakibat batalnya keimanan seperti yang tercantum

An Nisa’ 65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

Pembeberan Fakta:

Mengapa Palestina dari waktu ke waktu wilayahnya makin sempit…?

Mengapa Taliban makin hari makin berjaya…?

Mengapa Al Qoida lebih ditakuti daripada golongan muslim yang lain…?

Mengapa….?

Itulah kehebatannya Jamaah Imamah wal Bai’at.

Seandinya saudara Muslim yang di Palestina mengamalkan Sunnah Rasul ini, tidak disangsikan Yahudi bakal Takluk.

Seandainya Taliban tidak menggunakan Kaonsep Jamaah Imamah wal Bai’at, sudah dari dulu mereka habis.

Seandainya Al Qoida tidak menerapkan Jamaah Imamah wal Bai’at, tidak akan “menggentarkan” kaum KAffIR.

Tahukah Anda Abu Sayyaf itu hanya 200 Mujahid…?

Tahukah Anda Pattani itu hanya 390 jiwa (laki dan perempuan)…?

Tahukah anda perbandingan Taliban dengan organisasi anda…?

Tahukah anda berapa perkiraan jumlah anggauta Al Qoida menurut FBI…? Apakah Sampai 15,000….?

Tahukah anda jumlah Mujahid Somalia, Checnya….?

Anda tidak perlu menjawab karena saya hanya menunjukan pada anda hebatnya JAMAAH, IMAMAH WAL BAI’AT.

Mohon ma’af atas kurang dan lebihnya, kebenaran dari Allah, kesalahan dari Nafsu saya pribadi.

Wabillahi Taufik wal Hidayah, wassalamu’aalaikum warrahmatullahi wabarkatuh.

Maret 14, 2009

Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan

Filed under: TAUHID — Gustri @ 2:21 am

Oleh Althaf pada Sabtu 14 Maret 2009, 10:35 AM

Dari Arrahmah.com


Beberapa waktu lalu, seorang pemuda berusia 16 tahun lari dari rumahnya untuk memimpin peperangan di Afghanistan. Orangtuanya berharap ia dapat kembali menemui keluarganya ketika ia sedikit dewasa dan tangguh, namun ia sangat keras kepala dan menolak untuk kembali.

Mujahidin telah berbicara kepada orang tua pemuda itu dan memberitahunya bahwa ayah dan ibunya berharap ia kembali ke rumah. Namun pemuda itu kemudian berkata jika siapapun di antara Mujahidin bisa menjamin bahwa Allah akan mengampuni semua kesalahannya dan memasukkannya ke surga di hari akhir nanti, maka ia akan kembali.

Tentu saja semuanya terdiam. Waktu perlahan berlalu dan setelah beberapa bukan dalam Pelatihan Jihad, ia terpilih untuk melaksanakan sebuah misi. Mujahidin berhasil menciptakan kerusakan yang luar biasa bagi pihak musuh dalam misi ini, meskipun Mujahidin dihadang oleh para munafikin dan sekutunya, dan pertarungan tidak sesuai rencana. Setelah pertarungan dengan para munafikin selesai, hanya pemuda itu yang syahid. Mujahidin harus mengembalikan jenazah pemuda itu.

Panglima provinsi merasa sedih atas syahidnya pemuda ini, bukan karena pengorbanan/kesyahidannya tapi karena memikirkan apa yang akan ia katakan terhadap orang tuanya.

Jenazahnya terbujur di atas rumput selama dua hari, darahnya masih segar dan tidak ada tanda-tanda bahwa jenazah itu akan membusuk.Hari ketiga, mereka menyediakan van untuk mengangkut jenazah pemuda itu dan menyerahkannya kepada orangtuanya dan mereka memutuskan untuk memberitahukan kedatangan mereka menuju desa.

Perjalanan menghabiskan waktu satu hingga dua hari, untuk itu hingga kedatangan mereka ke rumah pemuda yang syahid itu, diperlukan waktu lima hari dan tidak ada bau busuk maupun darah mengering sama sekali.

Mereka membawa jenazah pemuda itu keluar dari van dan menempatkannya di halaman rumahnya. Warga mulai berdatangan dan bertanya-bertanya, dan Mujahidin berusaha keras untuk menjelaskan dan menguatkannya dengan ayat al Quran dan Hadist, meskipun tak seorangpun mau mendengarkan mereka.

Tiba-tiba saja mujahidin diminta meninggalkan halaman karena ibu pemuda itu ingin menyaksikan jenazah anaknya dengan mata kepalanya sendiri. Untuk itu, mereka pergi dan menunggu di depan gerbang, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kecuali berdoa kepada Allah dalam hati.
Salah seorang mujahidin mendengar tangisan dari perempuan itu. Ibu pemuda itu duduk di samping jenazah, kepalanya bersandar di dada jenazah anaknya sembari menangis. Kemudian, cerita mulai berubah, semua orang diam dan Mujahidin meneriakkan takbir, “Allaahu Akbar!”

Sang ibu menegakkan kepalanya dan melihat ke arah perempuan-perempuan yang duduk di sekeliling pemuda syahid itu dan berkata:
“Kalian semua menangis karena kalian kehilangan
keponakan atau anak asuh kalian…Aku menangis karena aku telah kehilangan tiket ke surga. Anakku yang syahid ini, ingin pergi berperang dan aku tidak mengizinkannya, hingga aku selalu menghubungi dan memintanya kembali. Tapi anak ini lebih memilih untuk membuat Tuhannya bahagia dan sekarang aku tak lagi memiliki saham dalam perjuangan dan kematiannya,
dimana anakku yang lain? Bawalah ia padaku!”

Kemudian perempuan itu pergi dan mendatangi anak lainnya yang masih berusia 11 tahun. Kemudian ibu dan anak itu berjalan menuju ke gerbang tempat para Mujahidin menunggu, dan berkata:
“Kalian, orang-orang yang telah membawa anakku yang syahid. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan semoga Allah menjaga kalian dalam jalan jihad ini. Anakku yang sekarang syahid pergi tanpa izin dariku dan ia meraih kesyahidan dan aku tidak mendapatkan satupun kebaikan darinya. Sejak saat ini, melalui anakku yang lain, satu-satunya anakku yang bersisa. Ia masih berusia 11 tahun, untuk itu aku memohon kepada kalian, wahai para pemberani, tanganilah ia. Dan jika saatnya para pemimpin kalian syahid, bawalah anak ini ke garis terdepan dan biarkan ia tercabik-cabik oleh roket hingga aku bisa mengatakan pada Allah swt di hari kiamat nanti bahwa aku telah menyerahkan salah seorang anakku hanya untuk Allah dan Islam.”

Mendengar berita ini, Mujahidin langsung menggemakan takbir dan tiba-tia dari setiap rumah, bapak-bapak dan ibu-ibu membawa anaknya untuk menyerahkannya di jalan Allah swt, meskipun Mujahidin telah menolak mereka karena mereka tidak memiliki cukup ruang dan yang kedua hal ini akan membuat organisasi itu terbongkar.

Dari sebuah rumah, seorang ibu menyerahkan anaknya yang masih kecil berusia lima tahun dengan pesan yang terdengar seperti ini:
“Gunakanlah anakku yang lima tahun ini, ikatlah badannya dengan bom, dan biarkan dia ada di jalanan, ketika orang-orang Amerika bertemu dengannya, melihat dan mendekatinya, ia akan meledak dan membunuh banyak musuh-musuh itu!”

Semoga Allah memberkahi kita dengan putra dan putri yang banyak, insya Allaah, amiin, kemudian mereka datang ke medan peperangan, ambil bagian dan bergembira karena membunuh dan mengancam musuh-musuh Allah swt! (Althaf/arrahmah/tum/jhdmgz)

Maret 13, 2009

Salaam,Ya Mujahid

Filed under: TAUHID — Gustri @ 3:26 am

Assalaamu’aalaikum Warrahmatullaahi wa barkatuh.

Audzubillaahiminasy-syaithoonirrodziim.

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Segala puji bagi Allah, Mahasuci, dan Maha bersiasat.

Mereka hendak bersiasat kepada Allah, dan Allah bersiasat kepada mereka, dan Allah Maha Bersiasat.

Sholawat dan Salam pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shalawllaahu’aalaihi wassalaam.

Innamal mukminunnal Ikhwah, sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara.

Rasulullaah bersabda: antara orang mukmin yang satu dengan yang lain ibarat tangan dengan kaki, jika tangan disakiti, kaki akan merasakannya juga.

Maka dimanapun kita berada, kita akan merasakan bahwa kita adalah bagian dari saudara-saudara kita. Mungkin saya disini, anda disana, di Afghanistan, Palestina, Iraq, Somali, atau dimana saja, kita adalah satu khafilah.

Saya yakin diantara anda ada yang diam-diam menyambunyikan ke-Iman-an. Karena anda hidup di tengah-tengah kaum yang meng-anggap diri anda orang aneh dan asing, kuno, bodoh dan berbagai gelaran buruk.

Saya ingin mengingatkan sejenak:

Innamal mukminnunnalladzina ‘amanu billahi warasuullihi tsuma lam yartaabu wa jahaadu bi amwalihim wa anfusiihim fiisabiilillahi, ulaaikahummush-shadiqun.

Al Hujuuroot15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Dan berjihad tidaklah dengan sembarang Jihad, adanya syarat-syrat syar’i yang harus dipenuhi. Rapatkan barisan dalam Jamaah Imamah. Rasul bersabda: Barang siapa mati tanpa berbaiat dipundaknya, matinya dalam salah satu cabang Jahiliyyah..

Berjihad di Afghan, Iraq, Palestina, tentunya memerlukan biaya yang besar, dan membutuhkan berberapa Prosedur yang harus bisa kita lewati. Alhamdulillah bagi saudara-saudara yang bisa melampauinya, Semoga Allah senantiasa menjaga anda.

Bagi Saudara yang belum dapat mewujudkan cita-cita suci mulailah dari Yang mungkin dan yang anda sanggupi, semisal bergabung dengan Jamaah Imamah yang terdekat, merapatkan barisan mukmin, dll kerjakanlah sekarang juga…! Itulah bukti bahwa anda punya niat.

Niat Harus disertai Progress…!

Allah berfirman, tidak ada yang bisa mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berpikir.

Akhirul kalaam,

Alhamdulillahi Robbil ‘alaamin.

Wassalamu’aalaikum warrahmatullaahi wabarkatuh.

Gustri Sehat

Salaam,Ya Mujahid

Filed under: TAUHID — Gustri @ 3:17 am

Assalaamu’aalaikum Warrahmatullaahi wa barkatuh.

Audzubillaahiminasy-syaithoonirrodziim.

Bismillahirrohmaanirrohiim.

Segala puji bagi Allah, Mahasuci, dan Maha bersiasat.

Mereka hendak bersiasat kepada Allah, dan Allah bersiasat kepada mereka, dan Allah Maha Bersiasat.

Sholawat dan Salam pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Shalawllaahu’aalaihi wassalaam.

Innamal mukminunnal Ikhwah, sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara.

Rasulullaah bersabda: antara orang mukmin yang satu dengan yang lain ibarat tangan dengan kaki, jika tangan disakiti, kaki akan merasakannya juga.

Maka dimanapun kita berada, kita akan merasakan bahwa kita adalah bagian dari saudara-saudara kita. Mungkin saya disini, anda disana, di Afghanistan, Palestina, Iraq, Somali, atau dimana saja, kita adalah satu khafilah.

Saya yakin diantara anda ada yang diam-diam menyambunyikan ke-Iman-an. Karena anda hidup di tengah-tengah kaum yang meng-anggap diri anda orang aneh dan asing, kuno, bodoh dan berbagai gelaran buruk.

Saya ingin mengingatkan sejenak:

Innamal mukminnunnalladzina ‘amanu billahi warasuullihi tsuma lam yartaabu wa jahaadu bi amwalihim wa anfusiihim fiisabiilillahi, ulaaikahummush-shadiqun.

Al Hujuuroot15. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

Dan berjihad tidaklah dengan sembarang Jihad, adanya syarat-syrat syar’i yang harus dipenuhi. Rapatkan barisan dalam Jamaah Imamah. Rasul bersabda: Barang siapa mati tanpa berbaiat dipundaknya, matinya dalam salah satu cabang Jahiliyyah..

Berjihad di Afghan, Iraq, Palestina, tentunya memerlukan biaya yang besar, dan membutuhkan berberapa Prosedur yang harus bisa kita lewati. Alhamdulillah bagi saudara-saudara yang bisa melampauinya, Semoga Allah senantiasa menjaga anda.

Bagi Saudara yang belum dapat mewujudkan cita-cita suci mulailah dari Yang mungkin dan yang anda sanggupi, semisal bergabung dengan Jamaah Imamah yang terdekat, merapatkan barisan mukmin, dll kerjakanlah sekarang juga…! Itulah bukti bahwa anda punya niat.

Niat Harus disertai Progress…!

Allah berfirman, tidak ada yang bisa mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berpikir.

Akhirul kalaam,

Alhamdulillahi Robbil ‘alaamin.

Wassalamu’aalaikum warrahmatullaahi wabarkatuh.

Gustri Sehat

Maret 4, 2009

Bne Menasekh

Filed under: TAUHID — Gustri @ 4:55 pm

Maret 3, 2009

SAAT SAKARATUL MAUT

Filed under: TAUHID — Gustri @ 7:29 pm

AN NISA’97.: Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (DHOLIM), (kepada mereka) malaikat bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri ini.” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,

SIAPAKAH ITU SI DHOLIM…?

Al Maidaah 45; …Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang DHOLIM.

AN NISA’98: kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),.

SIAPA SAJA YANG SUDAH MENGERTI BAHWA NEGARA INI NEGARA KAFIR, NAMUN MENIKMATI KEHIDUPAN DINEGERI INI, ATAU BAHKAN MENIKMATI KEKAYAANYA….BERSIAP-SIAPLAH….!

ATAU MUSLIM YANG TINGGAL DI NEGERI YANG JELAS KAFIR, NAMUN TIDAK BERHIJRAH, BERSIAP-SIAPLAH…!

MALAIKAT MAUT AKAN MENGHAMPIRI SETIAP MANUSIA….DENGAN PERTANYAAN ITU.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.