Gustrisehat’sWeblog

November 27, 2008

MYSTERI DIBALIK PENCIPTAAN ADAM

Filed under: TAUHID — Gustri @ 7:41 am
Tags:






By : GUSTRI SEHAT


Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama, kemudian menyatakanya didepan para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama nama semuanya itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!” .(Al Baqoroh 31).

NAMA-NAMA : yang diajarkan kepada Adam para ahli Tafsir dan penerjemah Qur’an selalu mengartikan sebagai nama-nama benda. Ahli Tafsir bahasa Inggris The Nobel Qur’an mengartikan the name off everything , DEPAG, dan lain-lainnya tidak ada yang berbeda dalam menafsirkan nama-nama ini. Saudara Armansyah dalam Bukunya “ADAM TIDAK TINGGAL DI SORGA”, menafsirkan nama-nama ini sebagai keterangan-keterangan.

Penafsiran tersebut kurang pas jika dikaitkan dengan ayat selanjutnya yang berbunyi…” kemudian menyatakannya didepan para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama nama semuanya itu jika kamu memang benar orang-orang yang benar!
Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Baqoroh 32).

Malaikat adalah makhluk cerdas, punya akal dan memory, maka malaikat pasti mampu mengingat dan menyebut semua benda yang sudah dicipta sebelum Adam. Bukan nama benda yang diajarkan Allah pada Adam. Bukan pula keterangan-keterangan, sebab keterangan-keterangan juga tak dapat berdiri sendiri, perlu subject yang diterangkan. Subject tersebut bisa benda, atau yang dibendakan, keadaan atau kondisi. Tapi ini juga gagal menjawab bahwa malaikat tidak dapat menyebutkan , keadaan dan kondisi yang sudah pernah terjadi sebelum penciptaan Adam pasti sudah terekam kedalam memorynya para malaikat. Pasti Malaikat bisa menjelaskan keterangan-keterangan tersebut.

Penjelasan yang logis dari nama-nama tersebut adalah nama-nama perbuatan atau gerakan.
Kita perumpamakan kejadian itu agar kita lebih gampang memahami :

Ketika Allah mengajarkan Adam merangkak, kemudian didepan para Malaikat Adam menyatakan (membuat nyata/memprkatekkan) gerakan merangkak, kemudian Alloh bertanya pada Malaikat “itu apa namamya..?” Malaikat tidak dapat menjawab.
Ketika Adam menangis atau tertawa, Allah bertanya “ itu apa namanya..? Malaikat tidak tahu.
Gerakan tersebut meliputi semua gerakan, tertawa, menangis, berlari, berjalan, dan lain lain. Gerakan-gerakan Roh dan gerakan jasad berbeda. Dan malaikat secara keseluruhan tidak tahu.

Mereka (Malaikat) menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (Al Baqoroh 32).

Alasan mengapa Malaikat tidak tahu.
Karena tidak ada makhluk berakal dan berjasad yang melakukan segala macam gerakan tersebut sebelum diciptakannya Adam. Adam adalah makhluk pertama yang melakukan gerakan-gerakan fisik tersebut. Sebelumnya sudah ada dabbah-dabbah (binatang-binatang) dan tanaman-tanaman yang memilki jasad, tapi binatang dan tanaman tidak diajarkan tertawa, tersenyum, melambai, dan lain-lainnya.

Maka pengertian “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama,… .”(Al Baqoroh 31). “
adalah ALLAH mengajar nama-nama {gerakan/aktivitas (perbuatan)}.

Pada masa awal setelah penciptaan, ADAM dan HAWA hanya mengenal perbuatan baik saja, karena Alloh langsung mengajar beliau. Begitulah keadaan mereka pada mulanya.

Kejadian seterusnya adalah :

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan yang kafir.(Al Baqoroh 34)

Singkatnya Iblis dikutuk ALLAH, karena kesombongannya menolak perintah ALLAH untuk bersujud kepada ADAM AS. Dia menjadi makluk yang pertama-tama kafir. Itulah hukuman dari ALLAH atas pembangkangan IBLIS.

Kemudian sebagai balas dendam atas semua yang diterima akibat pembangkangan terhadap ALLAH tersebut, maka Iblis berjanji akan memalingkan manusia dari jalan ALLAH (dengan mengajarkan nama nama yang menyalahi perintah ALLAH).

Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan “mengatakan” terhadap Allah perbuatan yang tidak kamu ketahui (tidak ada hujjah dari ALLAH) (QS.Al-Baqoroh.169).

Mulailah Iblis yang terkutuk berusaha mengajarkan nama-nama perbuatan-perbuatan yang menyalahi ajaran ALLAH, atau nama nama yang tidak ada hujjah-nya dari Allah. Dan usaha ini akhirnya berhasil.

Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula ….”(Al Baqoroh 36).

“…dikeluarkan dari keadaan semula..” Bukan keluar dari sorga tapi keluar dari kondisi sebelumnya.

penjelasannya :
• keadaan semula, kondisi semula tidak mengenal pekerjaan yang menyalahi/menyimpang dari ajaran Allah. Allah yang langsung mengajarkan perbuatan.

• Dikeluarkan, bukan keluar dari sorga tapi berubah kondisinya. Setelah mengenal pekerjaan yang menyalahi perintah Allah, atau perbuatan yang berasal dari Syaithon, keadaanya tidak seperti semula, berubah jadi kenal nama nama yang yang berasal dari Iblis.

dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”(Al Baqoroh 36).

Setelah keadaanya berubah barulah Adam diturunkan dari Sorga.

Khotimah.

  1. Sumber ajaran Manusia hanya ada dua yaitu Allah dan Iblis.
  2. Antara Allah dan Iblis tidak pernah ada kerja sama (bersekutu) dalam mengajarkan perbuatan pada manusia.
  3. Disisi Allah tidak setengah mukmin, setengah muslim, setengah beriman..dll.
  4. Disisi Allah tidak ada setengah mukmin, yang ada Mukmin dan tidak mukmin (alias Kafir). Tidak ada jalan tengah antara keduanya. Ajaran Allah bersih tidak bercampur ajaran Iblis sedikitpun (inilah maksud Allah Maha Suci/Maha Bersih).
  5. Mengamalkan Ajaran Allah (Islam) tapi juga mengamalkan Demokrasi (bukan dari Alloh, semua yang bukan dari Alloh sumbernya adalah Iblis) sama halnya mencampur aduk yang haq dan yang bathil.
  6. Jika ingin mensucikan atau memurnikan ibadah kepada Allah maka kerjakan Ajaran dari Alloh saja, tinggalkan yang selain dari itu. Amalkan Islam saja tinggalkan yang lainnya.
  7. Disisi Alloh tidak ada Islam demokratis, tidak ada Islam Nasionalis, tidak ada Islam sekuler, tidak ada Islam Tasawuf…dll. Yang ada Islam tanpa embel-embel.

Kebenaran datangnya dari Alloh, kesalahan tentu dai hawa nafsu saya pribadi.
Semoga Allah melimpahkan Pahala atas Ijtihad saya dan mengampuni kesalahannya. Amiin Amiin Ya Robbul ‘Alamiin.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

The Rubric Theme Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: